Sumsel

Stok ARV di Palembang Aman hingga Lebaran, Dinkes Pastikan Layanan HIV Tetap Berjalan

Maman Suparman | 23 Januari 2026, 16:28 WIB
Stok ARV di Palembang Aman hingga Lebaran, Dinkes Pastikan Layanan HIV Tetap Berjalan

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang memastikan ketersediaan obat Antiretroviral (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) berada dalam kondisi aman dan mencukupi hingga beberapa bulan ke depan. Kepastian ini menjadi angin segar di tengah masih tingginya temuan kasus HIV di ibu kota Sumatera Selatan sepanjang 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menegaskan bahwa keberlangsungan terapi ARV menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna menjaga kualitas hidup penderita HIV agar tetap stabil dan produktif.

“Stok ARV kami aman. Berdasarkan perhitungan, ketersediaan obat ini mencukupi hingga April 2026 atau setelah Lebaran,” kata Yudhi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/1/2026).

ARV berperan penting dalam menekan perkembangan virus HIV di dalam tubuh sehingga penderita tidak masuk ke fase AIDS. Dengan konsumsi obat secara rutin, ODHA dapat menjalani aktivitas normal layaknya masyarakat pada umumnya.

Sepanjang 2025, Dinkes Palembang mencatat sebanyak 451 kasus HIV. Temuan ini didominasi kelompok usia produktif 20–40 tahun. Berbeda dengan tren beberapa tahun lalu, jalur penularan kini tidak lagi didominasi penggunaan jarum suntik narkoba, melainkan perilaku seksual berisiko.

Baca Juga: Modus Minta Antar dan Belikan Nasi, Pria di Palembang Bawa Kabur Motor

“Penularan melalui jarum suntik sudah menurun tajam. Sekarang yang menonjol justru lewat hubungan seksual berisiko, terutama pada kelompok laki-laki seks laki-laki,” ungkap Yudhi.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi narkoba dari heroin suntik ke sabu yang digunakan dengan cara dihirup turut berkontribusi menurunnya penularan HIV lewat jarum suntik. Seiring dengan itu, layanan program jarum suntik steril di Palembang juga telah dihentikan.

Untuk menekan laju kasus baru, Dinkes Palembang memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Program ini salah satunya dilakukan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Prinsip pencegahan tetap mengacu pada ABC. A tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, B setia pada pasangan, dan C kami fokuskan pada konseling serta penyuluhan agar remaja menjauhi perilaku berisiko,” jelasnya.

Selain itu, Dinkes Palembang menjamin kerahasiaan identitas warga yang ingin melakukan tes HIV secara sukarela. Layanan tes tersedia di 42 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota.

“HIV bukan aib dan bukan vonis mati. Dengan deteksi dini, pengobatan teratur, dan pola hidup sehat, penyakit ini bisa dikendalikan,” pungkas Yudhi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia