Sumsel

Trump Ancam Kolombia Usai Penculikan Maduro, Ketegangan AS–Amerika Latin Meningkat

Maman Suparman | 6 Januari 2026, 12:00 WIB
Trump Ancam Kolombia Usai Penculikan Maduro, Ketegangan AS–Amerika Latin Meningkat

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin.

Trump melontarkan ancaman keras terhadap Kolombia, termasuk kemungkinan tindakan militer, menyusul operasi pasukan Amerika Serikat yang membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari Caracas.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di pesawat Air Force One pada Minggu waktu setempat. Dalam pernyataannya, Trump secara terbuka menyerang Presiden Kolombia Gustavo Petro dengan tudingan terkait peredaran narkoba.

“Kolombia dipimpin oleh orang sakit yang membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat,” ujar Trump. Ia juga menyiratkan bahwa masa kepemimpinan Petro tidak akan berlangsung lama.

Ketika ditanya apakah pernyataan tersebut mengindikasikan kemungkinan operasi militer Amerika Serikat terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat, “Kedengarannya bagus bagi saya.”

Ancaman tersebut langsung mendapat respons keras dari Presiden Kolombia Gustavo Petro. Melalui sejumlah unggahan di media sosial X, Petro mengecam pernyataan Trump dan meminta Presiden AS itu menghentikan tuduhan yang dinilainya tidak berdasar.

Baca Juga: Inflasi Sumsel Desember 2025 Capai 2,91 Persen, Skincare hingga Emas Jadi Pendorong Utama

Petro menyerukan persatuan negara-negara Amerika Latin agar kawasan tersebut tidak kembali diperlakukan sebagai pihak yang tunduk terhadap kekuatan eksternal. Ia menegaskan pentingnya kerja sama regional yang setara dengan seluruh dunia.

“Amerika Latin harus bersatu dan mampu berdagang serta bekerja sama dengan semua pihak, bukan hanya melihat ke utara,” kata Petro.

Petro juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat pernah tercatat dalam sejarah sebagai negara yang mengebom ibu kota di Amerika Selatan. Meski demikian, ia menekankan bahwa balasan militer bukanlah jalan keluar dari ketegangan saat ini.

Sementara itu, penculikan Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada Sabtu dini hari disebut Washington sebagai operasi penegakan hukum untuk membawa Maduro ke pengadilan atas tuduhan narkoterorisme.

Maduro membantah tuduhan tersebut, sementara sejumlah pengamat menilai langkah AS berkaitan dengan kepentingan strategis atas sumber daya energi Venezuela.

Aksi Amerika Serikat tersebut menuai kecaman dari sejumlah negara. Brasil, Chile, Kolombia, Meksiko, Uruguay, dan Spanyol dalam pernyataan bersama menilai langkah AS sebagai tindakan sepihak yang berpotensi membahayakan stabilitas kawasan.

“Kami menolak tegas aksi militer sepihak di wilayah Venezuela. Tindakan ini melanggar prinsip dasar hukum internasional dan membahayakan warga sipil,” bunyi pernyataan bersama tersebut.

Selain Kolombia, Trump juga melontarkan ancaman terhadap Venezuela, Kuba, dan Meksiko. Ia mengklaim Amerika Serikat masih memiliki kendali atas situasi di Venezuela, meskipun Mahkamah Agung negara itu menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara.

Trump turut menyebut Kuba berada dalam kondisi rentan akibat terhentinya pasokan minyak dari Venezuela. Ia juga menekan Meksiko agar mengambil langkah lebih tegas terhadap kartel narkoba, bahkan mengaku telah beberapa kali menawarkan pengiriman pasukan Amerika Serikat kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.

Situasi ini dinilai berpotensi memperburuk hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara Amerika Latin dan meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia