Takhta Tesla Runtuh, BYD Resmi Jadi Raja Mobil Listrik Dunia Sepanjang 2025

AKURAT.CO SUMSEL Raksasa otomotif asal China, BYD, resmi mengudeta posisi Tesla sebagai produsen mobil listrik berbasis baterai (BEV) terbesar di dunia, mengakhiri dominasi panjang perusahaan milik Elon Musk tersebut.
Berdasarkan laporan kinerja tahunan yang dirilis pada awal Januari 2026, BYD berhasil membukukan penjualan sebanyak 2,26 juta unit mobil listrik murni sepanjang tahun 2025.
Angka ini unggul telak dibandingkan Tesla yang hanya mampu mengirimkan 1,63 juta unit kendaraan pada periode yang sama.
Kemenangan BYD dinilai sebagai akumulasi dari strategi efisiensi produksi dan ekspansi pasar yang masif ke berbagai belahan dunia.
Berbeda dengan Tesla yang menyasar segmen premium, produsen asal Shenzhen ini sukses memikat pasar massal dengan menghadirkan beragam model yang lebih terjangkau namun tetap mengusung teknologi mutakhir.
Sebaliknya, Tesla justru melewati tahun 2025 dengan berbagai tantangan berat. Selain perang harga yang menggerus margin keuntungan, penghapusan subsidi kendaraan listrik di Amerika Serikat turut memperlemah daya serap pasar.
Baca Juga: Polrestabes Palembang Larang Musik Remix di Acara Keramaian, Pelanggar Terancam Sanksi Tipiring
Secara tahunan, volume penjualan Tesla tercatat menyusut sekitar 9 persen dibandingkan capaian tahun 2024.
Salah satu kunci keberhasilan BYD adalah keberanian mereka mendemokratisasi teknologi tinggi. Jika sebelumnya sistem bantuan mengemudi canggih hanya ada pada mobil mewah, BYD kini menyematkan sistem "God’s Eye" pada lini produk dengan harga ekonomis.
Di sisi lain, meski penjualan secara unit menurun dan sahamnya terkoreksi sekitar 8 persen sejak akhir Desember, Tesla tetap memegang predikat sebagai perusahaan otomotif paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 1,4 triliun.
Investor disebut masih menaruh harapan pada lini bisnis kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan robotika Tesla di masa depan.
Secara keseluruhan, kinerja BYD sepanjang 2025 tumbuh sebesar 28 persen. Jika ditotal dengan kendaraan plug-in hybrid serta armada komersial (bus dan truk), BYD mencatatkan penjualan kumulatif sebanyak 4,55 juta kendaraan.
Lonjakan signifikan secara khusus terlihat pada segmen kendaraan komersial listrik yang meningkat hingga dua kali lipat.
Keberhasilan BYD ini sekaligus mempertegas posisi China sebagai pemimpin baru dalam revolusi energi hijau dunia, menggeser poros kekuatan otomotif tradisional dari Barat ke Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tanda Bansos Cair Lengkap dengan Panduan Pengambilan Bantuan Via Bank dan PT Pos Indonesia
- 2iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 3Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 4Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 515 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 6Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 7Update Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Timnas Indonesia Vs Malaysia Berakhir Imbang 0-0
- 8Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





