Sumsel

Takhta Tesla Runtuh, BYD Resmi Jadi Raja Mobil Listrik Dunia Sepanjang 2025

Maman Suparman | 3 Januari 2026, 15:30 WIB
Takhta Tesla Runtuh, BYD Resmi Jadi Raja Mobil Listrik Dunia Sepanjang 2025

AKURAT.CO SUMSEL Raksasa otomotif asal China, BYD, resmi mengudeta posisi Tesla sebagai produsen mobil listrik berbasis baterai (BEV) terbesar di dunia, mengakhiri dominasi panjang perusahaan milik Elon Musk tersebut.

Berdasarkan laporan kinerja tahunan yang dirilis pada awal Januari 2026, BYD berhasil membukukan penjualan sebanyak 2,26 juta unit mobil listrik murni sepanjang tahun 2025.

Angka ini unggul telak dibandingkan Tesla yang hanya mampu mengirimkan 1,63 juta unit kendaraan pada periode yang sama.

Kemenangan BYD dinilai sebagai akumulasi dari strategi efisiensi produksi dan ekspansi pasar yang masif ke berbagai belahan dunia.

Berbeda dengan Tesla yang menyasar segmen premium, produsen asal Shenzhen ini sukses memikat pasar massal dengan menghadirkan beragam model yang lebih terjangkau namun tetap mengusung teknologi mutakhir.

Sebaliknya, Tesla justru melewati tahun 2025 dengan berbagai tantangan berat. Selain perang harga yang menggerus margin keuntungan, penghapusan subsidi kendaraan listrik di Amerika Serikat turut memperlemah daya serap pasar.

Baca Juga: Polrestabes Palembang Larang Musik Remix di Acara Keramaian, Pelanggar Terancam Sanksi Tipiring

Secara tahunan, volume penjualan Tesla tercatat menyusut sekitar 9 persen dibandingkan capaian tahun 2024.

Salah satu kunci keberhasilan BYD adalah keberanian mereka mendemokratisasi teknologi tinggi. Jika sebelumnya sistem bantuan mengemudi canggih hanya ada pada mobil mewah, BYD kini menyematkan sistem "God’s Eye" pada lini produk dengan harga ekonomis.

Di sisi lain, meski penjualan secara unit menurun dan sahamnya terkoreksi sekitar 8 persen sejak akhir Desember, Tesla tetap memegang predikat sebagai perusahaan otomotif paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 1,4 triliun.

Investor disebut masih menaruh harapan pada lini bisnis kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan robotika Tesla di masa depan.

Secara keseluruhan, kinerja BYD sepanjang 2025 tumbuh sebesar 28 persen. Jika ditotal dengan kendaraan plug-in hybrid serta armada komersial (bus dan truk), BYD mencatatkan penjualan kumulatif sebanyak 4,55 juta kendaraan.

Lonjakan signifikan secara khusus terlihat pada segmen kendaraan komersial listrik yang meningkat hingga dua kali lipat.

Keberhasilan BYD ini sekaligus mempertegas posisi China sebagai pemimpin baru dalam revolusi energi hijau dunia, menggeser poros kekuatan otomotif tradisional dari Barat ke Timur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia