Sumsel

Bukan Pengurangan Kuota, Gubernur Sumsel Jelaskan Aturan Baru SPBU Solar Hanya Pengaturan Lokasi

Maman Suparman | 3 Desember 2025, 20:00 WIB
Bukan Pengurangan Kuota, Gubernur Sumsel Jelaskan Aturan Baru SPBU Solar Hanya Pengaturan Lokasi

 

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru, secara resmi memberlakukan jadwal khusus pengisian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) atau solar bersubsidi.

Melalui Surat Edaran Nomor 500.10.1/082/SE/DESDM/2025, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palembang kini wajib melayani pembelian solar hanya pada periode pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.

Meskipun penumpukan kendaraan kini berpindah dan terlihat pada malam hari, Gubernur Deru menegaskan bahwa kebijakan ini adalah solusi sementara untuk penertiban dan tidak ada pengurangan jatah kuota solar harian.

Deru menjelaskan bahwa pengaturan ini utamanya bertujuan untuk mengurai kemacetan di area vital kota.

"Siang hari lebih banyak dialokasikan di SPBU pinggiran kota agar tidak mengganggu lalu lintas. Kalau di dalam kota, antrean biosolar itu ramai, maka perlu diatur," kata Deru saat diwawancarai di Griya Agung, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga: Polisi Tambah Pos Keamanan di Lampu Merah Macan Lindungan Demi Kemanan Warga usai Penikaman Sopir Truk

Pengaturan jam malam ini juga secara khusus ditujukan untuk menjaga estetika kota, terutama di kawasan strategis seperti rute dari dan menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, yang sebelumnya sering terdominasi oleh antrean panjang truk pengisi BBM.

Lebih lanjut, Herman Deru menyoroti isu utama penggunaan solar bersubsidi yang tidak tepat sasaran. Ia berharap pengaturan jam ini dapat menjadi filter alami bagi kendaraan yang sebenarnya tidak berhak menerima subsidi.

"Dengan pengaturan saat ini, diharapkan pengguna yang tidak layak menerima subsidi tidak lagi ikut mengantre," tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel menyadari bahwa menjelang akhir tahun, kuota BBM bersubsidi memang cenderung menipis. Oleh karena itu, Pemprov telah berkoordinasi dengan BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga untuk memastikan pasokan tetap aman.

"Kita ini penghasil energi. Malu kalau sampai krisis BBM. Untuk itu BPH Migas juga siap menambahkan kuota jika dibutuhkan, namun kondisi saat ini masih normal,” pungkas Deru.

Ia juga meminta masyarakat yang usahanya terdampak oleh antrean agar tidak panik, mengingat stok solar dijamin aman.

"Untuk yang beli solar jangan takut kehabisan, stoknya aman. Maka antre sesuai jam yang telah ditentukan saja," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia