Sumsel

BMKG Sumsel Peringatkan Potensi Hujan Ekstrem di November, Palembang dan Sejumlah Daerah Masuk Zona Waspada

Maman Suparman | 30 Oktober 2025, 13:10 WIB
BMKG Sumsel Peringatkan Potensi Hujan Ekstrem di November, Palembang dan Sejumlah Daerah Masuk Zona Waspada

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada bulan November 2025.

Sejumlah wilayah, termasuk Kota Palembang, masuk dalam kategori waspada karena berpotensi mengalami curah hujan tinggi.

Peringatan tersebut tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis.

Berdasarkan hasil analisis model prakiraan probabilistik curah hujan, terdapat indikasi kuat bahwa sebagian wilayah Sumsel akan mengalami peningkatan intensitas hujan secara signifikan.

“Curah hujan tinggi biasanya diikuti oleh potensi bencana banjir dan tanah longsor,” tulis Wandayantolis dalam keterangan resminya, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga: 5 Cara Elegan Menghadapi Keluarga yang Suka Ngomong dari Belakang

BMKG mencatat, pada periode November 2025, peluang curah hujan tinggi mencapai lebih dari 70 persen, dengan kisaran 300 hingga 400 milimeter. Kondisi ini diprediksi terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Banyuasin, Palembang, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, dan Lahat.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak ikutan seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air di kawasan permukiman dengan drainase yang kurang baik.

BMKG meminta agar pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem selama periode musim hujan berlangsung.

“Sehubungan dengan hal tersebut, diharapkan menjadi pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi terhadap dampak curah hujan tinggi,” imbaunya.

Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi angin kencang, puting beliung, pohon tumbang, hingga hujan es di beberapa wilayah. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama di sektor transportasi, pertanian, dan kelautan.

BMKG mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat lokal, termasuk melakukan pemantauan rutin pada daerah rawan bencana serta memastikan sistem drainase dan aliran sungai berfungsi dengan baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia