Palembang Catat Kasus Tertinggi Warga yang Paling Banyak Kena ISPA

AKURAT.CO SUMSEL Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sumatra Selatan (Sumsel) masih tergolong tinggi sepanjang Januari hingga Agustus 2025.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, tercatat 331.064 penderita ISPA di seluruh kabupaten dan kota di Bumi Sriwijaya, dengan Kota Palembang menempati posisi tertinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, menjelaskan bahwa angka tersebut mencerminkan rata-rata lebih dari 41 ribu kasus per bulan. Meskipun jumlahnya besar, tren kasus ISPA tahun ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kasus ISPA di Sumsel dari Januari sampai Agustus sebanyak 331.064 penderita. Angkanya masih dalam kategori normal seperti laporan bulanan biasanya,” kata Ira, Rabu (9/10/2025).
Dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel, Palembang menjadi daerah dengan jumlah penderita terbanyak mencapai 92.913 kasus.
Posisi berikutnya ditempati oleh Banyuasin (39.710 kasus), Muara Enim (32.996 kasus), Musi Banyuasin (32.745 kasus), dan Ogan Komering Ilir (26.064 kasus).
Sementara itu, daerah dengan jumlah kasus terendah berada di Pagar Alam (2.260 kasus), Ogan Ilir (2.375 kasus), dan Ogan Komering Ulu Selatan (2.375 kasus).
Meski angka penderita masih tinggi, Ira menyebut bahwa jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang rata-rata mencapai 45 ribu kasus per bulan.
Ia menilai, faktor curah hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah berperan dalam menekan peningkatan kasus ISPA, meskipun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap terjadi.
“Cuaca panas dan karhutla memang masih ada di beberapa daerah, tetapi karena masih sering turun hujan, penyebaran asap tidak meluas. Ini juga berdampak pada tidak meningkatnya kasus ISPA,” ujarnya.
Ira menambahkan, hingga awal Oktober ini, belum ada indikasi kabut asap yang memengaruhi kualitas udara di Palembang dan sekitarnya.
“Biasanya Palembang menjadi wilayah yang terdampak kabut asap, namun hingga kini belum ada laporan gangguan kesehatan akibat asap karhutla,” jelasnya.
Pihak Dinas Kesehatan Sumsel terus mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, terutama anak-anak dan lanjut usia yang rentan terhadap infeksi pernapasan.
Penggunaan masker, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari paparan asap menjadi langkah penting dalam mencegah penularan ISPA.
Apakah kamu ingin saya tambahkan grafik atau tabel data kasus ISPA per kabupaten/kota agar lebih informatif seperti dalam berita komprehensif media nasional (misalnya untuk versi daring)?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









