Sumsel

Lawang Kidul Muaraenim Darurat BBM, Warga Antre Panjang di Pedagang Eceran

Maman Suparman | 17 September 2025, 09:02 WIB
 Lawang Kidul Muaraenim Darurat BBM, Warga Antre Panjang di Pedagang Eceran

AKURAT.CO SUMSEL Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, semakin parah.

Akibatnya, warga terpaksa mengantre berjam-jam di pedagang eceran demi mendapatkan BBM. Kelangkaan ini terjadi setelah SPBU Gerigis Tanjung Enim mendapat sanksi dari PT Pertamina.

Pantauan di lapangan, Selasa (16/9/2025), antrean panjang terlihat di setiap kios penjual BBM eceran.

Warga, yang didominasi pengendara motor, rela menunggu berjam-jam. Banyak dari mereka bahkan membawa jeriken atau botol untuk menampung BBM. Dalam hitungan jam, stok BBM yang dijual pedagang langsung ludes diserbu pembeli.

Kelangkaan ini dibenarkan oleh Suparto, perwakilan pengelola SPBU Gerigis. Ia menjelaskan bahwa SPBU mereka tengah menjalani sanksi pembinaan selama satu bulan dari PT Pertamina karena melakukan pelanggaran, yaitu pengisian BBM Pertalite berulang untuk kendaraan roda empat yang tidak sesuai prosedur.

"SPBU Gerigis pada saat ini kena sanksi pembinaan selama 1 bulan, akibatnya SPBU Gerigis ini tidak dikirim BBM jenis Pertalite selama 1 bulan," ungkap Suparto.

Tak hanya Pertalite, pasokan Pertamax juga dibatasi, hanya dikirim 8.000 liter per hari.

"Jam 10 sampai jam 11 pagi, stoknya BBM Pertamax sudah habis tuntas," tambahnya.

Ketua DPRD Muaraenim, Dedy Arianto, menyayangkan tindakan oknum karyawan SPBU yang merugikan masyarakat.

"Kalau ada yang melakukan pelanggaran, pecat saja karyawannya, jangan masyarakat yang dijadikan korban," tegasnya.

Dedy mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan PT Pertamina agar dapat menangguhkan sanksi tersebut. Ia berharap pasokan BBM bisa segera dikirim, baik Pertalite maupun Pertamax, untuk mencukupi kebutuhan warga.

"Saya sudah 1 jam mengantre, tidak masalah asal BBM-nya dapat," keluh Unida (56), seorang warga yang ikut mengantre.

Ia menambahkan bahwa kelangkaan ini sudah terjadi sekitar dua minggu, dengan kondisi terparah dalam tiga hari terakhir.

"Saya berharap semua bisa kembali normal lagi," pungkasnya. (Ika)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia