Sumsel

Closing Statement Herman Deru-Cik Ujang, Eddy Santana-Riezky dan Mawardi Yahya-Anita dalam Debat Terakhir Pilgub Sumsel

Deni Hermawan | 22 November 2024, 10:00 WIB
Closing Statement Herman Deru-Cik Ujang, Eddy Santana-Riezky dan Mawardi Yahya-Anita dalam Debat Terakhir Pilgub Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Pada debat terakhir Pilgub Sumatera Selatan (Sumsel), ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur menyampaikan closing statement yang menegaskan komitmen masing-masing untuk memajukan Sumsel.

Ketiga pasangan menyampaikan closing statement mereka, masing-masing menegaskan komitmen untuk membangun Sumsel yang lebih baik.

Herman Deru-Cik Ujang: Masyarakat Harus Berperan Aktif

Herman Deru-Cik Ujang, dalam closing statement-nya, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pembangunan Sumsel.

Menurutnya, Sumsel adalah bagian dari Indonesia, dan Indonesia adalah bagian dari dunia yang bergerak dengan cepat. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi berperan aktif dalam membangun daerah.

"Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suara pada 27 November. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah harus berjalan bersama masyarakat dan semua komponen agar perubahan ini dapat dirasakan oleh semua," kata Herman Deru.

Eddy Santana Putra-Riezky Aprilia: Konsistensi pada Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Riezky Aprilia, dalam closing statement-nya, menegaskan bahwa membangun Sumatera Selatan membutuhkan fokus dan konsistensi.

Ia menyampaikan bahwa visi dan misi pasangan calon nomor urut 02 adalah menjadikan Sumsel "Cerdas, Sehat, dan Sejahtera." Menurutnya, visi tersebut tidak berlebihan karena sesuai dengan hak dasar masyarakat yang diatur dalam UUD 1945.

"Oleh karena itu, pasangan 02 konsisten untuk memberikan pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, merevitalisasi infrastruktur, mengembangkan sektor pangan dari hulu ke hilir, serta membangun jaringan digitalisasi tanpa ada yang tertinggal di Sumsel," ujar Riezky.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat Sumsel jika ada tindakan atau kegiatan selama proses kampanye yang mengganggu.

Baca Juga: Debat Terakhir Pilgub Sumsel 2024, Tiga Paslon Ungkap Solusi untuk Masalah Utama di Sumsel

"Hari ini, Sumsel membutuhkan sesuatu yang baru. Yang lama sudah dikenal, tetapi agak sulit untuk mengaplikasikannya," tambahnya.

Riezky mengungkapkan keprihatinannya terhadap praktik politik uang yang menurutnya sudah terjadi di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pasangan 02 tetap berdiri tegak, berkomitmen menolak politik uang demi bisa menjalankan amanah dan bekerja untuk kepentingan rakyat Sumsel.

Mawahardi Yahya-RA Anita Noeringhati: Bangkitkan Kembali Program Unggulan

Mawahardi Yahya-RA Anita Noeringhati menyampaikan bahwa mereka telah melakukan kampanye intensif di Sumsel, bertatap muka langsung, mendengarkan harapan, dan menyerap aspirasi masyarakat.

Mereka menyimpulkan bahwa masyarakat Sumsel masih merindukan program-program unggulan yang pernah berjaya, tetapi tidak berjalan dalam lima tahun terakhir.

"Jika kami dipercaya menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, kami akan menghidupkan kembali program berobat gratis, sekolah gratis, serta melanjutkan pembangunan Pelabuhan Samudera Internasional dan status Bandara SMB II sebagai bandara internasional," ujar Mawardi.

Selain itu, mereka juga berjanji untuk membangun kembali Pasar Cinde, menyelesaikan pembangunan Masjid Sriwijaya, serta membenahi Jakabaring Sport City (JSC).

Ia menambahkan, program bantuan untuk desa dan pondok pesantren akan kembali digalakkan, serta siap mendukung program pemerintah pusat, khususnya program Presiden Prabowo Subianto.

Debat yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang ini menjadi penutup dari rangkaian kampanye Pilgub Sumsel, menyoroti berbagai isu utama dan janji dari masing-masing pasangan calon yang siap memimpin Sumsel menuju masa depan yang lebih cerah. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto