Antisipasi Kesehatan Warga Binaan, Kemenkum HAM Sumsel Perintahkan Pemeriksaan Door to Door

AKURAT.CO SUMSEL Menanggapi insiden meninggalnya tiga tahanan dalam satu bulan terakhir, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan (Kemenkum HAM Sumsel) mengambil langkah serius untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan para warga binaan.
Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkum HAM Sumsel, Mulyadi, memerintahkan petugas medis di seluruh Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan para napi dengan cara dari kamar ke kamar.
"Kami tidak ingin ada lagi kasus serupa. Saat ini, kami perintahkan dokter untuk memeriksa semua tahanan dan narapidana secara door to door. Jika ditemukan ada yang sakit, akan segera kami obati," tegas Mulyadi, Jumat (9/6/2024).
Mulyadi menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi lebih awal jika ada tahanan atau narapidana yang memiliki riwayat kesehatan yang perlu perhatian khusus.
Tujuannya adalah agar penanganan medis dapat segera diberikan sebelum kondisi kesehatan mereka memburuk.
Selain itu, Mulyadi juga menyatakan bahwa jika ada warga binaan atau tahanan yang meninggal bukan karena sakit, pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap petugas di rutan atau lapas terkait.
"Salah satu tanggung jawab kami untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para tahanan, jadi kami akan menginterogasi petugas jika ada warga binaan yang meninggal bukan karena sakit.," tambahnya.
Overkapasitas yang dialami oleh rutan dan lapas di Sumsel memang menjadi tantangan besar. Meski demikian, Mulyadi menjelaskan bahwa di setiap rutan, terdapat dua dokter yang selalu siap siaga untuk memeriksa kesehatan warga binaan atau tahanan yang membutuhkan perawatan medis.
Baca Juga: Lagi! Napi Rutan Kelas I Pakjo Palembang Tewas dengan Luka, Keluarga Minta Autopsi
"Kami akan memberikan perawatan medis ditempat jika ada yang sakit. Namun, jika kondisi mereka membutuhkan penanganan lebih lanjut, kami akan segera merujuknya ke rumah sakit terdekat," ungkapnya.
Langkah ini diambil setelah adanya kejadian yang memprihatinkan, di mana dalam kurun waktu sebulan, tiga tahanan meninggal dunia dengan penyebab yang berbeda-beda. Sumaryanto alias Bondol tewas karena dibunuh, Yogi Irawan meninggal dunia akibat sakit, dan Irohmin (22) juga meninggal diduga karena sakit. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









