Sumsel

Airlangga Hartanto Sebut Kerugian Akibat Karhutla di Pulau Sumatera Tembus Rp.150 Miliar pada Tahun 2023

Atiek Widyastuti | 20 Juli 2024, 16:22 WIB
Airlangga Hartanto Sebut Kerugian Akibat Karhutla di Pulau Sumatera Tembus Rp.150 Miliar pada Tahun 2023

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Kordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengungkapkan dampak kerugian yang ditimbulkan akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel pada tahun 2022 silam.

Kerugian ekonomi akibat karhula tembus hingga Rp.42,7 miliar, dimana kerugian terbesar terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan nilai mencapai Rp11,4 miliar.

"Sedangkan pada tahun 2023 secara keseluruhan dampak kerugian di Pulau Sumatera akibat Karhutla diatas Rp150 miliar," ujarnya, usai memimpin apel dan simulasi penangulangan bencana Karhutla di Griya Agung, Palembang, Sabtu (20/7/2024).

Baca Juga: Airlangga Hartarto Dorong Penggunaan Teknologi AI dan BCMS untuk Monitor Hotspot di Sumsel

Ia juga menegaskan agar penegakan hukum yang tegas dapat dilakukan tanpa kompromi kepada para pelaku Karhutla. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya kebakaran hutan setiap tahun, tanpa memberikan efek jera.

"Kita harus menerapkan penegakan hukum yang keras terhadap siapa pun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik di lahan milik korporasi, perusahaan, maupun masyarakat, agar muncul efek jera," tegasnya.

Ia juga menekankan agar bencana Karhutla tidak terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, semua pihak perlu mencari solusi jangka panjang untuk mencegah dan menangani Karhutla di masa depan.

"Penataan ekosistem gambut di kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan, termasuk pengelolaan tata air gambut dan canal blocking," ujarnya.

Sementara, Pj Gubernur Sumsel, Elen Setiadai menyampaikan kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan, audit kepatuhan perusahaan perkebunan dan kehutanan, Operasi Modifikasi Cuaca, dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat.

"Beberapa upaya tambahan yang akan dilakukan termasuk membangun posko pemadaman darat, melakukan patroli darat dan udara, melakukan operasi pemadaman darat dan udara, dan bersosialisasi secara terus menerus," katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana mengungkapkan bahwa pihaknya sudah meminta 8 helikopter waterbombing dan 2 helikopter patroli ke BNPB.

"Hingga sekarang, empat helikopter waterbombing dan satu helikopter patroli telah digunakan. Jumlah ini akan terus bertambah sesuai dengan kondisi dan keadaan," katanya.

Saat ini juga di 12 kabpuaten/kota di Sumsel yang rawan Karhutla di Sumsel sudah membuka posko di masing-masing daerah.

"Kita sudah meminta mereka untuk membuka pos di masing-masing wilayah. Provinsi membuka satu pos di OI, satu di OKI, dan dua di Palembang untuk memenuhi wilayah," ungkapnya. (Kurnia)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.