Sumsel

Bikin Sesak Napas, Jalan Muara Meo-Tanjung Agung Berubah Bak Sirkuit Debu

Deni Hermawan | 12 Juli 2024, 18:30 WIB
Bikin Sesak Napas, Jalan Muara Meo-Tanjung Agung Berubah Bak Sirkuit Debu

AKURAT.CO SUMSEL Pengendara roda dua yang melintas di Desa Muara Meo, Kecamatan Panang Enim, Sumatera Selatan, dibuat tidak nyaman dengan kondisi jalan yang berdebu tebal dan licin.

Jalan berbatu koral yang berdebu tebal ini tak hanya membuat pengendara sesak napas, tapi juga rawan kecelakaan.

Rahmat (32), salah satu pengendara, menyatakan bahwa ruas jalan Muara Meo - Tanjung Agung sangat menyiksa, terutama bagi pengguna sepeda motor.

"Ketika melintas di jalan ini, sudah seperti mandi debu. Debu di sini sangat tebal, saya khawatir hal ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan, terutama jika terus-menerus terpapar," ujarnya.
, Jumat (12/7/20240).

Ia juga menyoroti kondisi licinnya jalan yang diperparah dengan batu koral yang tersebar di jalur tersebut.

"Saya sering melihat pengendara lain tergelincir dan jatuh karena licinnya jalan ini, apalagi saat tikungan yang cukup tajam," tambahnya.

Baca Juga: BBPJN Sumsel Sebut Kerusakan Jalan di Palembang Akibat Tetesan Air dari Stasiun LRT

Isma (28), pengendara lainnya, mengungkapkan bahwa tidak hanya debu yang menjadi masalah, tapi juga kecelakaan yang rawan terjadi di kawasan tersebut.

"Jalan berdebu, berbatu, dan banyak truk besar serta truk batubara yang sering ngebut, membuat kondisi jalan semakin parah," katanya.

Menurut Isma, pengguna jalan yang melintasi area tersebut setiap hari merasa sangat tidak nyaman.

"Debunya sangat tebal jadinya bikin sesak napas, terutama saat jam pulang sekolah dimana banyak anak-anak harus melintas dan terpapar debu," ungkapnya.

Isma berharap agar pemerintah segera melakukan tindakan penyiraman dan perbaikan jalan di kawasan tersebut.

"Penyiraman minimal dapat mengurangi debu yang terbang. Saat ini, melintas di sini seperti menghadapi sesak nafas," pungkasnya. (Ika)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto