Sumsel

Netralitas TNI Dipertanyakan Jelang Pemilu 2024, Walau Sudah Pensiun Masih Punya Pengaruh

Muhammad Husni Mushonifi | 8 November 2023, 11:00 WIB
Netralitas TNI Dipertanyakan Jelang Pemilu 2024, Walau Sudah Pensiun Masih Punya Pengaruh

AKURAT.CO SUMSEL Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 netralitas TNI menjadi sorotan. Bukan tanpa sebab, karena banyaknya purnawirawan yang terlibat dalam tim pemenangan capres-cawapres.

Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin mengkhawatirkan bahwa perwira aktif dapat berdampak pada perwira senior meskipun mereka tidak lagi bekerja. Politisi Golkar mempertanyakan netralitas TNI dalam kasus kepentingan tarik-menarik selama suksesi.

“Kalau sudah ada TNI nya berarti bagaimana menjaga netralitasnya?” tanya Nurul kepada Panglima TNI, dalam rapat kerja di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Banyak purnawirawan yang terlibat dalam pemenangan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud. Di kubu Prabowo termasuk Agum Gumelar, mantan Danjen Kopassus, Laksamana Widodo Adi Sutjipto, dan Letnan Jenderal (Purn) EE Mangindaan.

Sedangkan di kubu Ganjar-Mahfud setidaknya diperkuat eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa, yang menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional.

“Saya membaca timses semua capres di mana-mana ada purna tentaranya . Memang purna-purna sih pak, tapi sedemikian seksinya TNI ini begitu ya,” seloroh Nurul, dalam rapat yang juga dihadiri seluruh kepala staf TNI, dilansir dari akurat.co.

Polisi dari Partai Golkar percaya bahwa semangat korsa TNI masih kuat, bahkan mencontohkan Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus, yang sudah pensiun tetapi masih memiliki pengaruh bagi para perwira.

“Jadi kalau misalnya, semua timses dari capres-capres tersebut ada TNI nya, apa bisa satu napas dengan yang dikatakan, kita harus netral dan tidak akan mengajak TNI aktif berperan serta dalam Pilpres, pemenangan pilpres, atau pun secara emosional,” jelasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.