Sumsel

Sumsel United Batal Uji Coba Lawan Sriwijaya FC, Nilmaizar Ungkap Alasannya

Maman Suparman | 13 Desember 2025, 15:00 WIB
Sumsel United Batal Uji Coba Lawan Sriwijaya FC, Nilmaizar Ungkap Alasannya

AKURAT.CO SUMSEL Persiapan Sumsel United (SU) menghadapi lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 memasuki fase krusial, namun diiringi dilema strategis pelatih Nilmaizar.

Di satu sisi, game internal melawan rival sekota, Sriwijaya FC (SFC), dipastikan batal. Di sisi lain, Skuad Laskar Juaro kesulitan menemukan lawan uji coba yang sepadan, hingga menolak mentah-mentah opsi melawan klub Liga 4.

Nilmaizar, mantan juru taktik SFC, menjelaskan bahwa pembatalan duel Derby Sumatra Selatan dalam laga persahabatan murni karena pertimbangan strategis Liga 2.

"Kita tidak mungkin uji coba dengan mereka (Sriwijaya FC) karena kita satu grup (wilayah barat)," ujar Nil, Sabtu (13/12/2025).

Alasan ini menunjukkan kehati-hatian Nilmaizar untuk tidak memberikan bocoran taktik kepada lawan yang pasti akan mereka hadapi di babak penyisihan resmi kompetisi.

Keputusan menolak SFC membuat Sumsel United harus mencari lawan tanding lain untuk mengevaluasi tim. Namun, tantangan baru muncul: ketersediaan klub yang satu level dengan mereka di Liga 2.

Baca Juga: Rekomendasi 6 Drama Korea Bertema Comfy untuk Pelepas Lelah dan Healing

"Kita belum mendapatkan lawan yang sepadan, satu level dengan kita di Liga 2," keluh Nil.

Kondisi ini memaksa Rachmad Darmawan dan rekan-rekan hanya bisa menggelar pertandingan simulasi internal pada Kamis (11/12/2025), sebuah solusi sementara yang dianggap kurang ideal untuk mengukur kesiapan tim secara menyeluruh.

Lebih jauh, Nilmaizar secara tegas menampik usulan untuk beruji coba melawan tim-tim Liga 4. Menurutnya, uji coba harus berfungsi sebagai cermin untuk melihat kekurangan dan kelebihan tim secara realistis.

"Melakukan laga uji coba dengan tim yang memiliki level permainan di bawah Sumsel United, bukan pilihan bijak," jelasnya.

Nilmaizar menegaskan bahwa hasil akhir pertandingan melawan klub yang kemampuannya tidak sebanding tidak dapat dijadikan tolak ukur evaluasi yang valid.

"Kalau dengan Liga 4, kita tidak bisa melihat kekurangan dan kelebihan pemain karena kemampuan yang tak sama," tutupnya, menggarisbawahi bahwa kualitas lawan adalah kunci utama dalam trial game.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia