Sumsel

10 Film Jepang yang Penuh Kontroversi dan Tidak Layak Tonton untuk Anak-Anak

Maman Suparman | 30 Januari 2025, 12:00 WIB
10 Film Jepang yang Penuh Kontroversi dan Tidak Layak Tonton untuk Anak-Anak

AKURAT.CO SUMSEL Film Jepang dikenal dengan cerita mendalam dan berbagai genre yang menarik. Namun, tidak semua film Jepang cocok untuk semua kalangan, terutama anak-anak.

Beberapa film mengandung asmara, kekerasan, adegan mesra, hingga tema psikologis yang berat.

Berikut adalah daftar 10 film Jepang yang cocok untuk orang dewasa.

1. In the Realm of the Senses (1976)

Film erotis yang menceritakan kisah cinta terlarang antara seorang geisha dan seorang pengusaha ini terkenal karena kontennya yang sangat dewasa.

2. Flower of Flesh and Blood (1985)

Dikenal sebagai salah satu film horor eksploitasi yang mengganggu, Flower of Flesh and Blood menggambarkan penculikan dan penyiksaan wanita dengan adegan yang sangat grafis dan realistis.

3. Audition (1999)

Audition adalah thriller psikologis yang mengikuti seorang duda yang terobsesi dengan salah satu peserta audisi filmnya.

Ketegangan, kekerasan, dan tema psikologis yang berat menjadikan film ini tidak cocok untuk penonton muda atau mereka yang sensitif terhadap kekerasan.

4. Battle Royale (2000)

Film ini memperkenalkan dunia dystopian di mana sekelompok siswa SMA dipaksa bertarung sampai mati di sebuah pulau terpencil.

Kekerasan ekstrem dan tema pertarungan hidup dan mati menjadikan Battle Royale salah satu film yang dilarang untuk anak-anak.

5. Ju-on: The Grudge (2002)

Sebagai salah satu film horor paling terkenal dari Jepang, Ju-on: The Grudge mengisahkan kutukan yang menimpa mereka yang memasuki rumah terkutuk.

Meskipun tidak mengandung kekerasan eksplisit, suasana menegangkan dan atmosfer horornya sangat mengganggu bagi penonton muda.

6. Death Note (2006)

Adaptasi live-action dari manga populer ini mengangkat tema keadilan dan moralitas melalui kisah seorang siswa jenius yang menemukan buku catatan supernatural.

Adegan kematian dan ketegangan psikologis menjadikan Death Note lebih cocok untuk penonton dewasa.

7. Alice in Borderland (2020)

Alice in Borderland mengisahkan sekelompok pemuda yang terjebak dalam permainan mematikan di Tokyo yang kosong.

Film ini penuh dengan kekerasan brutal dan adegan kematian yang instan sebagai akibat kegagalan dalam permainan, menjadikannya sangat tidak cocok untuk anak-anak.

8. Crows Zero (2007)

Film ini menggambarkan dunia perkelahian antar pelajar yang penuh aksi dan kekerasan. Adegan baku pukul yang sangat nyata berisiko mempengaruhi penonton muda untuk meniru perilaku agresif. Ini adalah film yang tidak dianjurkan untuk anak-anak.

9. Yumiko No Ashi (2018)

Film ini bercerita tentang seorang pria tua dengan kelainan psikologis yang terobsesi dengan kaki perempuan muda.

Dengan banyak adegan sensual dan eksplisit, film ini dilarang tayang di banyak negara karena kandungan dewasa dan tema yang mengganggu.

10. Guinea Pig: Flower of Flesh and Blood (1985)

Seperti Flower of Flesh and Blood, Guinea Pig dikenal karena adegan kekerasan ekstrem yang sangat eksplisit dan penuh kontroversi.

Film ini mengandung elemen horor eksploitasi yang sangat mengganggu, menjadikannya salah satu film paling kontroversial di Jepang.

Film-film ini mungkin memiliki kualitas sinematik yang luar biasa, tetapi konten yang ditampilkan sangat ekstrem dan hanya cocok untuk penonton dewasa yang siap menghadapi tema-tema berat dan kekerasan. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia