Sumsel

Setelah Tiga Hari Pencarian, Bocah 3 Tahun yang Hanyut di Sungai Lematang Ditemukan Meninggal Dunia

Maman Suparman | 16 Januari 2026, 15:30 WIB
Setelah Tiga Hari Pencarian, Bocah 3 Tahun yang Hanyut di Sungai Lematang Ditemukan Meninggal Dunia

AKURAT.CO SUMSEL Upaya pencarian intensif terhadap Ravael (3), bocah laki-laki yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Lematang, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan jasad korban dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat pagi (16/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban ditemukan setelah tiga hari dilakukan penyisiran sejak dinyatakan hilang pada Selasa sore (13/1). Penemuan jasad balita ini menjadi akhir dari operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur penyelamat.

Kepala Kantor Basarnas Palembang, Raymond Konstantin, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan mengapung di pinggiran sungai. Tubuh bocah malang tersebut tersangkut pada tumpukan bambu setelah terbawa arus sungai yang cukup jauh dari titik awal jatuhnya korban.

Baca Juga: Sumsel United Siap Hadapi Adhyaksa FC Banten, Nil Maizar Targetkan Kemenangan Tandang

"Posisi jasad korban ditemukan tersangkut di tumpukan bambu di pinggir sungai dengan radius mencapai 150 kilometer dari lokasi awal kejadian," ungkap Raymond, Jumat (16/1/2026).

Setelah berhasil dievakuasi dari aliran sungai, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pratama Pali untuk prosedur medis sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Tragedi ini bermula pada Selasa (13/1/2025) sekitar pukul 16.10 WIB. Saat itu, korban sedang asyik bermain bersama seorang temannya di tepian Sungai Lematang, Desa Muara Lawai KP 3, Kecamatan Muara Enim.

Namun, keceriaan tersebut berubah menjadi petaka ketika korban diduga terpeleset dari tangga tempat pemandian yang berada di bibir sungai. Kondisi arus Sungai Lematang yang saat itu sedang deras membuat tubuh mungil Ravael seketika terseret dan hilang ditelan aliran air.

Operasi pencarian ini melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta bantuan aktif dari warga sekitar. Pihak Basarnas mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini.

"Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR ini kami nyatakan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing," pungkas Raymond.

Keluarga korban kini tengah mempersiapkan prosesi pemakaman di kediaman mereka. Peristiwa ini diharapkan menjadi peringatan bagi para orang tua, terutama yang tinggal di bantaran sungai, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di area yang berisiko. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia