Spesifikasi Pesawat Pelita Air AT 802 yang Jatuh di Nunukan Kalimantan Utara

AKURAT. CO SUMSEL - Sebuah pesawat milik Pelita Air dilaporkan jatuh di kawasan Nunukan, Kalimantan Utara pada Kamis (19/2/2026) siang.
Pesawat itu diketahui tengah menjalankan misi pengangkutan bahan bakar minyak (BBM).
Sebelumnya pesawat tiba di Bandara Long Bawan sekitar pukul 11.00 WITA dari Tarakan dengan membawa muatan BBM jenis Pertalite sebanyak kurang lebih 4.000 liter.
Baca Juga: Fakta Terbaru Tragedi Pelita Air Jatuh di Nunukan, Pesawat Dipastikan dalam Kondisi Laik Terbang
Pesawat telah melaksanakan proses bongkar muatan dan sekitar pukul 12.10 WITA, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan.
Tidak lama setelah lepas landas, pihak bandara menerima laporan adanya pesawat jatuh di sekitar Desa Pabetung, Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur.
Akibat insiden ini, pilot sebagai satu-satunya penumpang pesawat meninggal dunia.
Baca Juga: Tips Aman Puasa Ramadan Driver Ojol Tetap Kuat Seharian, Kunci Utama Atur Jam Tarik Orderan
Sementara investigasi penyebab jatuhnya pesawat dijadwalkan dilakukan hari ini oleh tim dari Pelita Air dan KNKT.
Spesifikasi Pesawat
Manajemen Pelita Air mengonfirmasi bahwa armada yang mengalami insiden tersebut adalah Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Bukber Low Budget di Palembang, Harga Mulai Rp15 Ribuan
Air Tractor merupakan perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Leland Snow pada tahun 1978.
Pada tahun 1989, Leland Snow mulai merancang pesawat pilot tunggal berkapasitas besar yang secara khusus ditujukan untuk kebutuhan pemadaman kebakaran dari udara (aerial firefighting).
Menurut laman resmi Pelita Air, AT-802 yang dimiliki maskapai itu adalah pesawat versi konversi yang digunakan untuk mengangkut bensin dan solar.
Baca Juga: 15 Pemuda Palembang Terjebak di Kamboja, BP3MI Sumsel: Proses Pemulangan Terkendala Dokumen
AT 802 disebut memiliki manuver yang bagus sehingga bisa menjangkau landasan dengan berbagai permukaan (gravel, pasir, rumput, dan aspal) di area terpencil. Berikut spesifikasinya;
Kapasitas kargo maksimal: 4.000 liter
Jangkuan jelajah maskimal: 900 km
Kecepatan maksimal: 300 km/jam.
Baca Juga: Kejati Sumsel Tahan Dua Mantan Direktur PT Semen Baturaja Terkait Kasus Korupsi Distribusi
Sementara itu, secara teknis pesawat memiliki spesifikasi sebagai berikut;
Tipe Mesin: P&W PT6A-65AG
Tenaga Mesin (SHP): 1.295 @ 1.700 RPM
Baling-baling: Hartzell HC-B5MP-3F/M11276NS
Baca Juga: Catat Lokasi dan Tanggalnya! Bulog Gelar Pasar Murah di IB II, Bukit Kecil, hingga IT I Palembang
Berat Lepas Landas Maksimum: 16.000 lbs (7.257 kg)
Berat Pendaratan : 16.000 lbs (7.257 kg)
Kapasitas Hopper: 800 US gal (3.028 L)
Baca Juga: TPP ASN Sumsel 2026 Dipastikan Tetap, Pemprov Jamin Tak Ada Pengurangan
Kapasitas Bahan Bakar: 254 US gal (961 L)
Rentang Sayap: 59,2 ft (18,04 m)
Luas Sayap: 401 sq f (37,29 m²). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 15 Ramalan Zodiak Hari Ini 21 Oktober 2026, Ada Peluang Baru hingga Urusan Asmara
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 3Kumpulan Link Twibbon Hari Santri Lengkap dengan Cara Membuatnya
- 4Ramalan Zodiak Scorpio Hari Ini 22 Oktober 2026: Karier, Cinta, dan Keuangan
- 5Bergerak Naik, Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 21 Oktober 2026
- 6Tarif Listrik Terbaru Oktober 2026, Berlaku Golongan Subsidi dan Non Subsidi
- 7Update Harga Emas Perhiasan Palembang Kamis 22 Oktober 2026
- 8Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Penerima PKH BPNT di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






