Sumsel

Karhutla di Sumsel Masih Belum Selesai, Pemprov Sumsel Perpanjang TMC Hingga November 2023

Muhammad Husni Mushonifi | 28 Oktober 2023, 10:00 WIB
Karhutla di Sumsel Masih Belum Selesai, Pemprov Sumsel Perpanjang TMC Hingga November 2023

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel) masih belum selesai, melihat dari aplikasi Songket sampai pukul 14.56 WIB jumlah titik panas yang ada di Sumsel sebanyak 213 titik panas.

Sebagai upaya penanganan Karhtula, Pemerintah Provinsi Sumsel kembali memperpanjang Teknik Modifikasi Cuaca (TMC).

"Sampai dengan tanggal 4 November 2024 TMC diperpanjang," ujar Pj Gubernur Sumsel, saat diwawancari usai menghadiri Kadin Sumsel Expo 2023 di PSCC, Jumat (27/10/2023).

Titik panas Karhutla memang masih fluktuatif turun naik. maka itu Pemprov Sumsel terus berupaya semaksimal mungkin untuk penanganan Karhutla.

"Beryukur sudah ada huja, tetapi kita teru berupaya secara maksimal untuk penanganan Karhutla ini," ujarnya.

Lanjutnya, Upaya yang dilakukan seperti TMC, penambahan personel, melakukan pemadaman darat, dan udara yang masih terus dilakukan.

"Diharapkan dengan TM ini semakin memperbesar potensi hujan yang ada. Terlebih berdasarkan prediksi BMKG diakhir Oktober hingga awal November potensi awan penghujan tinggi," ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahnbana menambahkan, atas instruksi dari Pj Gubernur Sumsel untuk berkoordinasi dengan BNPB untuk mintak diperpanjang TMC.

"Alhamdulillah diberikan perpanjangan TMC hingga 4 November 2023. Potensi awan penghujan pada akhir hingga awal November besar, prediksi hampir 70 persen," ungkapnya

Menurutnya, TMC akan dilakukan di wilayah yang berpotensi ada awan hujan. Untuk TMC akan dilakukan satu sampai tiga kali sortir, melihat potensi awan yang ada. Untuk sekali penyemaian (sortir) ditebar 1.000 kg atau 1 ton garam.

Iqbal menambahkan, sebelum dilakukan penyemaian garam, dilakukan penebaran
kapur tohor aktif atau Kalsium Oksida (CaO) yang ditaburkan di gumpalan asap. Kapur tohor aktif ini diyakini mampu menghilangkan asap yang disebabkan Karhutla. Setelah itu baru disemaikan garamnya.

"Kita juga pakai kapur thohor untuk TMC ini," katanya. [ ]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.