Sumsel

Harga Minyak Dunia Meroket Lagi Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Septiyanti Dwi Cahyani | 29 September 2026, 08:00 WIB
Harga Minyak Dunia Meroket Lagi Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
Presiden AS Donald Trump - Indiatoday

AKURAT. CO SUMSEL - Pasar energi global kembali memanas usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal perdamaian yang diajukan Iran.

Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 1% setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara terbuka menolak proposal damai yang diajukan Iran untuk mengakhiri konflik regional serta membuka kembali Selat Hormuz.

Penolakan ini seketika memupuskan harapan pasar akan penurunan tensi geopolitik, sekaligus membuat risiko ketidakpastian pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah tetap berada di level tertinggi.

Baca Juga: Herman Deru Ungkap Penyebab Kabut Asap Palembang Mulai Berkurang

Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan global terpantau naik USD1,32 atau 1,27% menjadi USD105,64 per barel.

Sementara minyak West Texas Intermediate AS berada di posisi USD93,11 per barel, lebih tinggi 70 sen, atau 0,76%.

Sebelumnya, Iran secara resmi menyampaikan proposal perdamaian kepada AS melalui mediator Qatar di dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan lalu.

Baca Juga: Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali

Namun, Trump mematahkan spekulasi kesepakatan cepat dengan menolak rencana tersebut pada hari Sabtu.

Meski menolak usulan awal Teheran, Trump mengindikasikan bahwa negosiasi belum sepenuhnya mati.

Di sisi lain, situasi lapangan juga tetap mencekam.

Baca Juga: Dinkes Sumsel Ingatkan Warga, Pancaroba Bisa Picu ISPA hingga DBD

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi telah mencegat dua rudal balistik dan dua drone yang diluncurkan milisi Houthi asal Yaman menuju wilayah kerajaan.

Situasi ini membuktikan bahwa ancaman terhadap infrastruktur energi negara Teluk masih sangat tinggi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.