Sumsel

HRD Tanya Gaji Saat Interview? Ini Cara Menjawab agar Tak Salah Langkah

Kurnia | 6 Oktober 2026, 12:00 WIB
HRD Tanya Gaji Saat Interview? Ini Cara Menjawab agar Tak Salah Langkah
Interview Kerja

AKURAT.CO SUMSEL Pertanyaan mengenai gaji menjadi salah satu hal yang kerap membuat pelamar kerja bingung saat menjalani wawancara.

Tak sedikit kandidat yang merasa serba salah ketika HRD menanyakan berapa gaji yang diterima di pekerjaan sebelumnya atau berapa nominal yang diharapkan di perusahaan baru.

Padahal, pelamar kerja tidak selalu harus memberikan informasi mengenai gaji sebelumnya jika merasa tidak nyaman. Kandidat dapat mengarahkan pembicaraan pada kemampuan, pengalaman, serta nilai yang bisa diberikan kepada perusahaan.

Dikutip dari BBC, Selasa (6/10/2026), Penasihat Senior Acas, Louise Rudd, mengatakan tidak ada aturan yang secara umum melarang perekrut menanyakan gaji saat ini maupun ekspektasi gaji kepada kandidat.

Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Menang Adu Penalti Lawan Thailand

Namun, jika pertanyaan tersebut digunakan dalam proses rekrutmen, perusahaan sebaiknya menerapkannya secara konsisten kepada seluruh pelamar agar setiap kandidat mendapatkan perlakuan yang setara.

Mengapa HRD Menanyakan Gaji?

Pertanyaan mengenai gaji biasanya digunakan perusahaan untuk mengetahui apakah ekspektasi kandidat sesuai dengan anggaran yang disiapkan untuk suatu posisi.

Meski demikian, riwayat gaji sebelumnya tidak selalu mencerminkan kemampuan atau nilai seorang pekerja.

Sejumlah pihak pernah mendorong perusahaan menghentikan praktik menanyakan riwayat gaji melalui kampanye #EndSalaryHistory. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah riwayat gaji berpotensi mempertahankan kesenjangan upah yang sudah ada.

Karena itu, kemampuan, pengalaman, tanggung jawab, serta kontribusi yang dapat diberikan kandidat dinilai lebih relevan untuk menentukan besaran kompensasi.

Lalu, Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Gaji Saat Interview?

Pelamar sebenarnya memiliki beberapa pilihan ketika HRD menanyakan gaji sebelumnya.

Jika merasa nyaman, kandidat dapat memberikan informasi tersebut. Namun, jika tidak ingin menyebutkan nominal gaji, pelamar bisa mengalihkan pembicaraan pada ekspektasi gaji untuk posisi yang sedang dilamar.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyampaikan kisaran gaji berdasarkan riset terhadap posisi, industri, pengalaman, serta tanggung jawab pekerjaan.

Kandidat juga sebaiknya tidak asal menyebut angka. Sebelum mengikuti interview, cari tahu terlebih dahulu kisaran gaji untuk posisi yang dituju agar angka yang disampaikan tetap realistis.

Ketahui Nilai yang Bisa Ditawarkan

Selain mengetahui kisaran gaji, pelamar perlu memahami kemampuan dan pengalaman yang dapat menjadi nilai tambah.

Menurut Direktur Kampanye Konfederasi Perekrutan dan Ketenagakerjaan, Shazia Ejaz, pencari kerja perlu menghadapi pembahasan gaji dengan realistis sekaligus percaya diri.

Kandidat dapat menjelaskan kontribusi yang bisa diberikan kepada perusahaan serta mempertimbangkan manfaat lain di luar gaji pokok dalam sebuah paket pekerjaan.

Baca Juga: CPNS Palembang 2026 Dipastikan Nihil, BKPSDM Siapkan Formasi 2027

Dengan persiapan tersebut, pembicaraan mengenai gaji tidak harus menjadi bagian yang membuat pelamar merasa tertekan.

Pada akhirnya, pertanyaan gaji saat interview kerja dapat dihadapi dengan mengetahui nilai diri, melakukan riset mengenai kisaran upah, dan menyampaikan ekspektasi secara profesional.

Pelamar juga tidak perlu terburu-buru menyebut nominal jika belum memiliki gambaran mengenai tanggung jawab dan paket kompensasi untuk posisi yang ditawarkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia