Sumsel

Mudah dan Gratis, Ini Cara Cek Hotspot Karhutla Lewat Ponsel

Kurnia | 24 Agustus 2026, 11:00 WIB
Mudah dan Gratis, Ini Cara Cek Hotspot Karhutla Lewat Ponsel
Hospot - songket sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai saat musim kemarau.

Kondisi kering dapat membuat lahan lebih mudah terbakar, sementara asap dari kebakaran berpotensi mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Karhutla juga masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui cara memantau keberadaan titik panas atau hotspot di sekitar tempat tinggal.

Kini, pemantauan dapat dilakukan melalui ponsel dengan memanfaatkan sejumlah layanan resmi pemerintah maupun platform digital.

1. Pantau melalui SiPongi+ Kementerian Kehutanan

Salah satu layanan yang dapat digunakan adalah SiPongi+, sistem pemantauan karhutla milik Kementerian Kehutanan.

Platform ini menyediakan peta persebaran hotspot yang dapat membantu masyarakat mengetahui wilayah yang terindikasi memiliki titik panas.

SiPongi+ Kementerian Kehutanan

Cara menggunakannya cukup sederhana:

  • Buka laman SiPongi+ melalui ponsel.

  • Pilih menu Peta Hotspot.

  • Cari wilayah yang ingin dipantau dengan memperbesar peta.

  • Perhatikan titik panas yang muncul.

  • Periksa tingkat kepercayaan pada setiap hotspot.

  • Untuk data lebih lengkap, gunakan menu Sebaran Titik Panas dan tentukan periode, provinsi, satelit, serta tingkat kepercayaan.

Tingkat kepercayaan hotspot ditampilkan dalam beberapa kategori. Namun, keberadaan hotspot tidak otomatis berarti kebakaran sedang terjadi. Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

2. Cek citra satelit BMKG

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Polar Hotspot BMKG untuk melihat hasil pemantauan titik panas berdasarkan citra satelit.

Polar Hotspot BMKG

Data tersebut memanfaatkan pengamatan satelit untuk mendeteksi anomali suhu permukaan yang dapat menjadi indikasi adanya kebakaran.

Setelah membuka halaman, pengguna dapat melihat peta dan persebaran hotspot. Pemantauan sebaiknya dilakukan secara berkala karena kondisi di lapangan dapat berubah.

3. Manfaatkan fitur kebakaran hutan di Google Maps

Pilihan lain adalah menggunakan Google Maps. Pada wilayah tertentu, aplikasi dapat menampilkan informasi mengenai kebakaran hutan melalui fitur lapisan peta.

Caranya:

  1. Buka aplikasi Google Maps.

  2. Pilih menu Layers atau lapisan.

  3. Cari opsi Wildfires atau Kebakaran Hutan jika tersedia.

  4. Perbesar peta pada wilayah yang ingin diperiksa.

  5. Ketuk area atau ikon kebakaran untuk melihat informasi yang tersedia.

Informasi yang muncul dapat berasal dari berbagai sumber, sehingga pengguna tetap perlu memperhatikan waktu pembaruan dan sumber datanya.

4. Pantau informasi Sumatera Selatan melalui Songket

Bagi masyarakat Sumatera Selatan, informasi terkait kondisi wilayah juga dapat dipantau melalui platform Songket Sumsel milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Layanan tersebut dapat menjadi salah satu rujukan tambahan bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai kondisi dan kejadian di wilayah Sumatera Selatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia