Ini 5 Destinasi Wisata di Indonesia yang Punya Sejarah Menyedihkan

AKURAT.CO SUMSEL Indonesia tidak hanya memiliki alam yang menakjubkan, tetapi juga memiliki tempat wisata yang penuh dengan cerita sejarah.
Indonesia menjadi salah satu negara di dunia dengan banyak tempat wisata bersejarah yang memiliki banyak cerita tentang perjuangan kemerdekaannya.
Tapi ada juga destinasi wisata yang memiliki cerita memilikan, berikut 5 destinasi wisata bersejarah yang wajib dikunjungi:
1. Museum Lubang Buaya
Museum Lubang Buaya berada di daerah Jakarta Timur dan didirikan untuk menghormati dan mengingat para pahlawan yang kehilangan nyawa mereka dalam peristiwa G30S.
Museum ini pernah digunakan sebagai tempat pembuangan jenazah anggota TNI AD yang tewas dalam peristiwa G30S yang melibatkan PKI.
2. Gua Jomblang
Gua Jomblang di Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, adalah salah satu gua vertikal paling populer.
Sering disebut sebagai "cahaya surga", gua ini menawarkan pemandangan matahari yang menakjubkan.
Terlepas dari keindahan alamnya yang luar biasa, Gua Jomblang memiliki sejarah tragis sebagai tempat pembantaian massal ratusan orang yang diyakini terlibat dalam Partai Komunis Indonesia (PKI).
Baca Juga: Ini Kata Bawaslu Sumsel Soal Mitigasi Kampanye Hitam
3. Lawang Sewu
Lokasi Lawang Sewu terletak di Tugu Muda di Kota Semarang, Jawa Tengah. Lawang Sewu digunakan sebagai penjara bawah tanah oleh penjajah Jepang untuk menyiksa penduduk asli.
Selain itu, tempat ini menyaksikan pertempuran antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dan tentara Jepang.
Banyak pemuda meninggal karena konflik ini dan dimakamkan di halaman Lawang Sewu. Akibatnya, museum ini dianggap sebagai salah satu yang paling memilukan di Indonesia.
4. Pulau Nusa Barung
Pulau Nusa Barung, yang terletak di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terkenal dengan keindahan alamnya yang masih terjaga.
Di balik pesonanya, Nusa Barung memiliki kisah tragis. Wilayah ini pernah menjadi bagian dari Kerajaan Blambangan.
5. Museum Fatahillah
Museum yang terkenal di wilayah Kota Tua, Jakarta Barat, sering menjadi tempat rekreasi keluarga dan tempat reuni anak muda.
Baca Juga: Hyundai Stargazer Bukan Mobil yang Laku di Korea, Berikut 10 Daftar Mobil Paling Laris di Korea
Museum Fatahillah dulunya adalah penjara dan tempat eksekusi sebelum menjadi tempat wisata seperti sekarang.
Sekitar tahun 1740, Gubernur Hindia Belanda Adriaan Valckenier menyuruh ribuan orang Tionghoa berbaris di depan Museum Fatahillah.
Eksekusi ini disebut Geger Pecinan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 35 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 6Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








