Fanny Soegi Ungkap Konflik Royalti dengan Band Soegi Bornean, Begini Katanya!

AKURAT.CO SUMSEL Setelah keluar sebagai vokalis band Soegi Bornean, Fanny Soegi kini ramai diperbincangkan di media sosial karena membongkar masalah royalti yang melibatkan band tersebut dan pencipta lagunya.
Fanny mengungkapkan bahwa Soegi Bornean diduga tidak membayar royalti kepada pencipta lagu, yang membuat publik terkejut.
Fanny Soegi baru-baru ini membongkar rahasia yang mengejutkan, menuding Soegi Bornean tidak membayarkan royalti lagu kepada Dhimas Tirta Franata, yang juga dikenal sebagai Dimectirta, pencipta lagu “Asmalibrasi”. Meski lagu tersebut sukses besar, Dhimas dikabarkan mengalami masalah keuangan.
Dalam cuitannya, Fanny mengkritik pihak yang menikmati keuntungan dari lagu "Asmalibrasi" tanpa hak yang jelas, sementara penciptanya justru menghadapi kesulitan finansial.
"Bayangkan saja, lagu "Asmalibrasi" yang sering kalian dengar di berbagai tempat, penciptanya sampai harus meminjam uang untuk membayar biaya sekolah anaknya. Jumlah royalti dari lagu ini sangat besar, mencapai lebih dari setengah miliar rupiah, tetapi justru orang-orang yang tidak berhaklah yang menerima bagian paling banyak dan tidak transparan," tulis Fanny dalam akun X-nya, @fannysoegi, pada Senin (9/9/2024).
Sejak pernyataan itu muncul, profil Fanny Soegi menarik perhatian publik, membuat banyak orang penasaran dengan perjalanan kariernya setelah meninggalkan Soegi Bornean.
Fanny Soegiarto, atau lebih dikenal sebagai Fanny Soegi, lahir di Semarang pada 7 September 1999. Ia memiliki latar belakang Kalimantan dan Jawa, serta dikenal dengan suaranya yang khas dan penampilannya yang menarik.
Fanny memulai kariernya sebagai vokalis Soegi Bornean, band yang terbentuk pada April 2019, bersama Aditya Ilyas (gitaris) dan Bagas Prasetyo (gitaris).
Fanny adalah lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Kariernya di Soegi Bornean mulai menanjak ketika lagu "Asmalibrasi" viral dan berhasil menarik perhatian publik.
Pada 7 Oktober 2022, lagu tersebut bahkan mencapai posisi kedua di Spotify Weekly Top Songs Indonesia.
Nama Soegi Bornean sendiri memiliki arti mendalam, di mana "Soegi" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "sugih" atau kaya, sedangkan "Bornean" merujuk pada Kalimantan, kampung halaman Fanny.
Sebagai vokalis, Fanny dikenal dengan suaranya yang unik dan penampilannya yang khas, sering mengenakan busana Nusantara seperti sarung batik dan tampil tanpa alas kaki di atas panggung, menambah daya tarik tersendiri bagi para penggemar.
Namun, pada 1 Maret 2024, Fanny secara resmi keluar dari Soegi Bornean dengan alasan yang belum jelas.
Setelah kepergiannya, ia mengungkap konflik royalti yang diduga terjadi antara band tersebut dan pencipta lagunya.
Meskipun menjadi sorotan publik, hingga kini pihak Soegi Bornean belum memberikan klarifikasi atas tudingan yang dilontarkan Fanny.
Kisah ini terus berkembang dan menarik perhatian masyarakat, terutama para penggemar yang menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak band. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





