Sumsel

IHSG Anjlok 5,12 Persen ke Level 4.919, Tekanan Jual Saham Meningkat

Kurnia | 19 Oktober 2026, 09:59 WIB
IHSG Anjlok 5,12 Persen ke Level 4.919, Tekanan Jual Saham Meningkat
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026.

Pada awal perdagangan, indeks saham domestik bergerak di zona merah dengan pelemahan yang semakin dalam hingga lebih dari 5 persen.

Berdasarkan data RTI yang dikutip pada pukul 09.35 WIB, IHSG melemah 265,321 poin atau 5,12 persen ke level 4.919,784. Sebelumnya, indeks dibuka turun 223,23 poin atau 4,31 persen ke posisi 4.961,875.

Tekanan juga terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks LQ45 yang mengukur pergerakan 45 saham unggulan turun 28,06 poin atau 5,52 persen ke level 480,50.

Aktivitas perdagangan pada pagi itu menunjukkan dominasi saham yang melemah. Sebanyak 735 saham terkoreksi, sedangkan 35 saham menguat dan 21 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,376 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 11,563 miliar saham. Sementara itu, kapitalisasi pasar berada di angka Rp8.732,553 triliun.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra Hari Ini, Senin 19 Oktober 2026: Asmara Harmonis, Keuangan Perlu Dijaga

Sentimen MSCI Jadi Sorotan Investor

Salah satu sentimen yang membebani pasar saham Indonesia adalah kekhawatiran investor menyusul konsultasi MSCI terkait kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia, dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Dalam riset hariannya, FAC Sekuritas menyebut kekhawatiran tersebut berpotensi memengaruhi daya tarik saham Indonesia di mata investor global. Ketidakpastian ini turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kemungkinan arus keluar dana asing.

Tekanan pasar sebelumnya juga terlihat pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. IHSG saat itu merosot 678,68 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,10.

Pergerakan tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang terjadi di pasar saham domestik dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Rupiah Tembus Rp18.000, Tekanan Pasar Bertambah

Pelemahan rupiah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS turut menjadi perhatian pelaku pasar. Pergerakan nilai tukar dapat memengaruhi sentimen investor, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan.

Tekanan juga datang dari pasar saham Amerika Serikat. Pada akhir pekan sebelumnya, indeks Dow Jones turun 0,34 persen, S&P 500 melemah 1,09 persen, dan Nasdaq terkoreksi 2,14 persen.

Penurunan di Wall Street dipengaruhi aksi jual saham semikonduktor serta kekhawatiran investor terhadap prospek bisnis infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Keraguan mengenai potensi keuntungan dari investasi AI dan risiko kredit pada perusahaan infrastruktur teknologi turut menambah kehati-hatian investor.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dicermati di tengah tekanan pasar domestik.

IHSG Diperkirakan Bergerak Volatil

FAC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan sentimen MSCI, pergerakan rupiah, serta kondisi pasar saham global.

Di tengah gejolak tersebut, investor perlu memperhatikan perkembangan informasi dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan indeks pada awal perdagangan juga belum menggambarkan hasil akhir perdagangan sepanjang hari.

Dengan dominasi saham yang terkoreksi pada pagi hari, arah IHSG selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan sentimen domestik maupun global serta respons pelaku pasar terhadap ketidakpastian yang sedang berlangsung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia