Sumsel

Nilai Impor Sumsel Tembus US$471,61 Juta, Tiongkok Masih Mendominasi

Kurnia | 13 Juli 2026, 21:00 WIB
Nilai Impor Sumsel Tembus US$471,61 Juta, Tiongkok Masih Mendominasi
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja impor Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Mei 2026 menunjukkan tren peningkatan. Total nilai impor dari 12 negara mitra utama mencapai US$471,61 juta atau naik 21,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut setara dengan tambahan nilai impor sebesar US$83,72 juta dan dipicu oleh meningkatnya aktivitas perdagangan dari sejumlah negara pemasok utama, terutama Finlandia, Jerman, dan Jepang.

Lonjakan tertinggi tercatat berasal dari Finlandia yang mengalami kenaikan hingga US$33,16 juta atau tumbuh 149,09 persen dibandingkan periode Januari-Mei 2025.

Sementara itu, impor dari Jerman meningkat sebesar US$30,57 juta atau melonjak 739,37 persen. Adapun impor dari Jepang juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar US$14,75 juta atau naik hingga 1.097,36 persen.

Baca Juga: BPBD Tetapkan Lima Kabupaten Zona Merah Karhutla, PALI Tertinggi dengan 57 Kejadian

Tidak hanya secara kumulatif, peningkatan juga terjadi pada kinerja impor bulan Mei 2026. Nilai impor pada bulan tersebut bertambah US$32,58 juta atau meningkat 54,64 persen dibandingkan Mei tahun lalu.

Meski demikian, Tiongkok masih menjadi negara asal impor terbesar bagi Sumatera Selatan dengan kontribusi mencapai US$221,83 juta atau sekitar 40,50 persen dari total impor selama lima bulan pertama tahun ini.

Posisi kedua ditempati Vietnam dengan nilai impor sebesar US$78,12 juta atau berkontribusi 14,26 persen terhadap total impor Sumsel.

Sementara Finlandia berada di posisi berikutnya dengan kontribusi sekitar 10,12 persen terhadap total impor daerah tersebut.

Secara keseluruhan, kontribusi impor dari 12 negara utama mencapai 86,10 persen dari total impor Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Komoditas yang paling banyak didatangkan dari Tiongkok antara lain mesin dan peralatan mekanis, pupuk, serta kereta api beserta komponennya.

Dari Vietnam, impor didominasi oleh pupuk, kayu dan produk olahannya, serta besi dan baja.

Sedangkan dari Finlandia, Sumsel banyak mengimpor mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektris, serta produk kain tekstil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia