Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Pasar Soroti Target Pertumbuhan RI

AKURAT.CO SUMSEL Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan.
Namun, di balik penguatan tersebut, pelaku pasar justru mulai menyoroti tantangan yang lebih besar, yakni kemampuan ekonomi Indonesia mencapai target pertumbuhan 5,4 persen pada 2026.
Pada perdagangan Jumat (10/7/2026), rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,35 persen ke level Rp18.065 per dolar AS.
Meski demikian, secara mingguan mata uang Garuda masih melemah 0,56 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di Rp17.963 per dolar AS.
Penguatan juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang naik 0,11 persen menjadi Rp18.069 per dolar AS. Namun secara mingguan, rupiah tetap terkoreksi sekitar 0,60 persen.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah didorong oleh optimisme pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia yang masih dinilai solid.
Optimisme itu didukung oleh keputusan Dana Moneter Internasional (IMF) yang mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027.
Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) juga tetap memperkirakan ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,2 persen pada dua tahun tersebut.
Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 5,4 persen yang telah ditetapkan dalam APBN 2026.
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi SDM, Pusri dan Varita Pusri Gelar Pelatihan K3 Bersertifikasi Kemnaker RI
Perbedaan antara target pemerintah dan proyeksi lembaga internasional menjadi perhatian investor karena menunjukkan bahwa masih dibutuhkan dorongan lebih besar dari konsumsi masyarakat, investasi, hingga stabilitas sektor eksternal agar target tersebut bisa tercapai.
Di sisi global, tekanan terhadap rupiah diperkirakan belum sepenuhnya mereda.
Kenaikan harga minyak dunia dinilai berpotensi memicu inflasi dan membuat bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Menurut Ibrahim, pelaku pasar kini semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada tahun 2026.
Jika kebijakan tersebut berlanjut, aliran modal global diperkirakan tetap mengarah ke aset berbasis dolar AS sehingga ruang penguatan rupiah menjadi lebih terbatas.
Harga minyak yang masih tinggi juga berisiko meningkatkan biaya impor energi Indonesia. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap inflasi domestik maupun neraca perdagangan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, terdapat sinyal positif dari sektor otomotif. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil nasional sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 436.564 unit atau tumbuh 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski begitu, Ibrahim mengingatkan bahwa peningkatan penjualan kendaraan belum bisa dijadikan indikator bahwa daya beli masyarakat telah pulih sepenuhnya.
Menurutnya, pemulihan konsumsi rumah tangga masih berlangsung secara bertahap di tengah tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi.
Padahal, konsumsi rumah tangga merupakan kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Karena itu, keberlanjutan pemulihan konsumsi akan menjadi salah satu faktor penentu tercapai atau tidaknya target pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan.
Untuk perdagangan Senin (13/7/2026), rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp18.060 hingga Rp18.110 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Indonesia masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan The Fed, perkembangan harga minyak dunia, serta respons pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 2Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 3Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
- 6BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Sumsel Akan Dilanda Hujan Hari Ini
- 7Sinopsis dan Daftar Pemain Bapak Paling Jujur, Tayang Mulai 15 Oktober 2026
- 85 Ramalan Zodiak Akhir Pekan, Saatnya Bersantai dan Menata Kembali Prioritas
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









