Emas Perhiasan Palembang Naik Lagi, Merangkak Menuju Rp12,5 Juta per Suku

AKURAT. CO SUMSEL - Harga emas perhiasan Palembang kembali mengalami kenaikan.
Kenaikan berkisar di angka Rp100 ribuan menjadi Rp12,2 jutaan.
Lagi-lagi, angka ini menjadi harga tertinggi emas perhiasan Palembang sejak April 2025.
Baca Juga: Penetrasi QRIS di Sumsel Tembus 141 Juta, Palembang dan Banyuasin Dominasi
Yakni saat presiden Amerika Donald Trump gencar mengumumkan tarif impor tinggi untuk sejumlah negara.
Berikut rincian lengkapnya:
Toko Emas Laris Pasar 16
Baca Juga: Vivo V60e Resmi Diumumkan, Meluncur 7 Oktober di India dengan Kamera 200MP
Harga emas perhiasan Palembang di toko Laris hari ini dibanderol di angka Rp12,2 juta per suku atau naik Rp100 ribu dibanding kemarin, Rabu (1/10/2025).
Harga tersebut berlaku untuk perhiasan jenis kalung dan gelang.
Sedangkan untuk cincin dibanderol Rp50 ribu lebih mahal yakni menjadi Rp12,25 juta per suku.
Baca Juga: Audi Luncurkan Sepeda Gunung Listrik eMTB 2.0, Lebih Canggih dan Terjangkau
Harga tersebut juga sudah termasuk biaya pembuatan perhiasan emas dengan kadar 22 karat atau 92 persen.
Kendati demikian, pihak toko tetap mengingatkan bahwa harga masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Baca Juga: Uji Coba One Way di Jalan AKBP Cek Agus Picu Kemacetan Baru, Warga Palembang Mengeluh
Toko Emas Anda Palembang
Sementara itu, harga emas perhiasan di toko Anda terpantau stabil sejak awal pekan, yakni di angka Rp12,1 juta per suku atau 6,7 gram.
Harga tersebut berlaku untuk semua jenis perhiasan dan sudah termasuk biaya penjualan dari toko sebesar Rp400 ribu.
Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Sering Grogi Saat Bekerja, Nomor 2 Paling Banyak Dialami Karyawan
Penyebab Kenaikan Harga Emas Perhiasan Palembang
Naiknya harga emas perhiasan Palembang tentu saja mengikuti kenaikan harga emas dunia yang kini sudah menembus lebih dari 3600 dollar AS per ons.
Para pakar bahkan memprediksi harga emas dunia akan terus naik hingga mencapai 5000 dollar AS per ons.
Baca Juga: Cara Cek NIP PPPK Paruh Waktu Via Mola BKN Lengkap dengan Solusi Atasi Kendalanya
Penyebabnya bisa berbagai faktor.
Termasuk meningkatnya risiko geopolitik, ekonomi, dan perdagangan global yang terus mendorong permintaan aset safe haven. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









