Produksi Karet Sumsel Didominasi Perkebunan Rakyat, Tren Menurun Sejak 2022

AKURAT.CO SUMSEL Produksi karet di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 2020 hingga 2024 masih didominasi oleh perkebunan rakyat. Meski demikian, tren produksi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan cukup signifikan, terutama sejak 2022.
Berdasarkan data sektor perkebunan, total produksi karet perkebunan rakyat pada 2020 tercatat mencapai 821.321 ton. Angka tersebut sempat mengalami peningkatan pada 2021 menjadi 844.699 ton atau naik 2,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, tren positif tersebut tidak bertahan lama. Pada 2022, produksi karet rakyat turun menjadi 757.330 ton atau mengalami penurunan sebesar 10,34 persen. Penurunan berlanjut pada 2023 dengan produksi hanya mencapai 613.114 ton, turun tajam sebesar 19,02 persen.
Memasuki 2024, produksi karet rakyat kembali mengalami penurunan meskipun tidak sedalam tahun sebelumnya. Total produksi tercatat sebesar 596.416 ton atau turun 2,72 persen dibandingkan 2023.
Baca Juga: Sriwijaya FC Jadi Tim Paling Banyak Kebobolan di Liga Championship
Di sisi lain, produktivitas karet perkebunan rakyat selama periode yang sama relatif stabil. Pada 2020, produktivitas karet tercatat sebesar 1.100 kilogram per hektare. Angka ini meningkat pada 2021 menjadi 1.125 kilogram per hektare atau naik 2,27 persen.
Peningkatan produktivitas masih berlanjut pada 2022, meskipun dengan laju lebih lambat, yakni mencapai 1.115 kilogram per hektare atau naik 0,89 persen. Namun, pada 2023 produktivitas kembali mengalami penurunan menjadi 1.089 kilogram per hektare atau turun 2,33 persen.
Pada 2024, produktivitas karet rakyat menunjukkan perbaikan tipis menjadi 1.098 kilogram per hektare atau naik 0,83 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski luas areal dan volume produksi menurun, kemampuan produksi per satuan lahan relatif terjaga.
Penurunan produksi karet di Sumatera Selatan diduga dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari usia tanaman yang sudah tua, fluktuasi harga karet dunia, hingga alih fungsi lahan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan perkebunan karet rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 2BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 7Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini, Ada yang Dapat Peluang Baru hingga Harus Waspada Pengeluaran
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






