Sumsel

Tembus Pasar Ketat Jepang, 11 Ton Udang Black Tiger Asal Sumsel Resmi Diekspor  

Maman Suparman | 5 Agustus 2025, 18:19 WIB
Tembus Pasar Ketat Jepang, 11 Ton Udang Black Tiger Asal Sumsel Resmi Diekspor  

AKURAT.CO SUMSEL Komoditas perikanan dari Sumatera Selatan kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional.

Sebanyak 11 ton udang black tiger beku (Penaeus monodon) berhasil diekspor ke Jepang, salah satu negara dengan standar keamanan pangan yang sangat ketat.

Ekspor ini difasilitasi oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel).

Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, menyatakan bahwa total nilai ekspor udang ini mencapai sekitar Rp 2 miliar. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari pemenuhan persyaratan ketat yang ditetapkan Jepang, khususnya terkait virus.

"Salah satu persyaratan utama ekspor ke Jepang adalah memastikan udang bebas dari White Spot Syndrome Virus (WSSV)," kata Sri Endah, Selasa (5/8/2025).

Baca Juga: Siap Hadapi Musim Kemarau, Polda Sumsel Latih 180 Personel Tangguh Hadapi Karhutla

Sebelum dikirim, komoditas ini telah melewati serangkaian prosedur karantina yang ketat, mulai dari pemeriksaan dokumen, fisik, hingga uji laboratorium.

Hasil uji menunjukkan udang tersebut bebas dari WSSV, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan layak untuk diekspor. Setelah semua persyaratan terpenuhi, Karantina Sumsel menerbitkan sertifikat kesehatan ikan sebagai dokumen pendukung ekspor.

Selain udang, Karantina Sumsel sebelumnya juga sukses memfasilitasi ekspor 32,06 ton paha kodok ke Prancis dengan nilai ekonomi mencapai Rp 5,24 miliar.

Keberhasilan ekspor berbagai komoditas ini menunjukkan komitmen Karantina Sumsel dalam mendorong akselerasi ekspor dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Sri Endah berharap dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan pusat, dapat terus ditingkatkan untuk mendorong ekspor komoditas dari Sumsel.

"Karantina Sumsel akan terus mendukung akselerasi ekspor dengan tetap memastikan aspek biosekuriti, kesehatan ikan, dan pemenuhan persyaratan negara tujuan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia