Sumsel

Dugaan Perundungan Kembali Terjadi di SDN 150 Palembang, Siswa Kelas 3 Melepuh Usai Tersiram Kuah Mie Gelas

Maman Suparman | 5 November 2025, 20:00 WIB
Dugaan Perundungan Kembali Terjadi di SDN 150 Palembang, Siswa Kelas 3 Melepuh Usai Tersiram Kuah Mie Gelas

AKURAT.CO SUMSEL Belum tuntas kasus dugaan kekerasan terhadap siswi kelas 1 SDN 150 Palembang yang masih dirawat di RS Bari, kini sekolah yang sama kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, peristiwa lain yang tak kalah memilukan terjadi dan viral di media sosial melibatkan dua siswa kelas 3 yang diduga terlibat insiden penyiraman air panas atau kuah mie gelas di dalam kelas.

Video dan narasi mengenai kejadian itu pertama kali diunggah akun Palembang Kulukilir, yang menyebutkan korban mengalami luka melepuh di bagian dada akibat ulah teman sekelasnya.

Dalam unggahan tersebut juga tertulis dugaan bahwa guru di sekolah sempat menanggapi laporan dengan santai, hanya berkata “biar kela” atau biarkan saja.

Namun, pihak sekolah membantah adanya unsur kesengajaan atau perundungan dalam kejadian tersebut.

Kepala SDN 150 Palembang, Octa Nugraha LB, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi saat jam istirahat. Salah satu siswa, Raka, tengah makan mie gelas sambil bermain bersama teman-temannya di dalam kelas.

Baca Juga: Tembus Rp185,3 Triliun, Perekonomian Sumsel Kuartal III/2025 Melejit 5,20%, Tertinggi Kedua di Sumatera

Tanpa sengaja, temannya bernama Husnul berlari dan menabrak Raka, menyebabkan kuah panas mie tumpah dan mengenai tubuh Raka.

“Benar, peristiwa itu terjadi di jam istirahat. Tidak ada unsur kesengajaan. Kuah mie panas itu tumpah karena tidak sengaja tertabrak oleh temannya,” jelas Octa, Rabu (5/11/2025).

Akibat insiden tersebut, Raka mengalami luka melepuh di bagian dada, sementara temannya juga terkena cipratan kuah panas di tangan.

Octa menambahkan, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kota Palembang telah melakukan mediasi dengan kedua orang tua siswa yang terlibat.

“Kami sudah memediasi kedua pihak secara kekeluargaan bersama Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, sudah ada penyelesaian dan tidak ada lagi permasalahan,” ujarnya.

Meskipun demikian, viralnya video dan unggahan di media sosial tetap menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Banyak warganet yang menyoroti lemahnya pengawasan di lingkungan sekolah dan meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di SDN 150 Palembang.

Kasus ini menjadi tamparan bagi dunia pendidikan di Palembang, setelah sebelumnya SDN 150 juga diterpa kasus dugaan kekerasan oleh guru terhadap siswi kelas 1 yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polrestabes Palembang.

Pakar pendidikan dari Universitas Sriwijaya, Dr. Rini Handayani, menilai insiden beruntun ini menunjukkan pentingnya peningkatan pengawasan guru dan penanaman karakter siswa sejak dini.

“Anak-anak di usia SD masih sangat aktif dan belum memahami risiko. Di sinilah pentingnya pengawasan ekstra dari guru. Setiap peristiwa, meski tampak kecil, bisa berdampak besar secara psikologis bagi anak,” jelasnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia