Sumsel

Kronologi Lengkap Versi Korban: Siswi SMPN 30 Palembang Selamat dari Upaya Penculikan di Pagi Buta

Maman Suparman | 1 November 2025, 16:23 WIB
Kronologi Lengkap Versi Korban: Siswi SMPN 30 Palembang Selamat dari Upaya Penculikan di Pagi Buta

AKURAT.CO SUMSEL Kisah mencekam dialami Eh (13), siswi SMP Negeri 30 Palembang, yang nyaris menjadi korban penculikan pada Jumat (31/10/2025) pagi.

Kejadian tersebut berlangsung di Lorong Pegagan, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, saat Elsah sedang berjalan kaki menuju sekolah.

Ditemui di rumahnya di Jalan K. Anwar Mangku Lorong Asli, wajah polos Eh masih menyimpan rasa trauma. Ia mengaku, pagi itu berangkat lebih awal seperti biasanya, sekitar pukul 05.45 WIB.

“Pergi sekolah pukul 05.45 dengan berjalan kaki seperti biasa, Pak,” tutur Eh dengan suara pelan, Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga: Rekaman CCTV Ungkap Jejak Mobil Hitam Diduga Terlibat Percobaan Penculikan Siswi SMPN 30 Palembang

Namun di tengah perjalanan yang masih sepi, Eh merasakan ada yang janggal. Saat melewati Lorong Pegagan, ia mendengar langkah kaki dari belakang.

“Ketika jalan kaki, tiba-tiba dari belakang ada yang mengikuti. Pas saya lihat ke belakang, benar ada orang yang ngikutin,” ujarnya.

Tak lama kemudian, dua pria tak dikenal menghadangnya. Mereka berpura-pura ramah, menanyakan ke mana Elsah akan pergi.

“Pelaku tanya, ‘Adek sekolah di mana?’ Saya jawab di SMPN 30. Lalu dia bilang, ‘Ayo, mau diantar nggak?’ Saya jawab nggak usah,” kata Elsah.

Menolak bujukan pelaku ternyata membuat situasi memburuk. Salah satu pelaku mencoba memaksa dengan menarik tangannya.

“Dia narik tangan saya sambil saya teriak ‘nggak mau, nggak mau!’ Tapi nggak ada warga yang dengar,” kenangnya.

Ketika panik, Eh melihat salah satu pelaku lain memegang suntikan.

“Pelaku yang pegang suntikan bilang mau nyuntik tangan kanan saya. Saya dekati, suntikannya jatuh. Dia marah, terus narik tangan saya nyuruh masuk mobil. Saya injak kakinya, terus saya dipukul pakai kayu,” ungkapnya.

Meski kesakitan, Eh tidak menyerah. Ia berusaha melawan dengan menggigit tangan salah satu pelaku hingga mereka akhirnya kabur.

“Ku gigit tangannya, terus pelakunya lari,” katanya.

Elsah melihat ada empat orang pelaku dalam peristiwa itu dua yang langsung menghadangnya, satu sebagai sopir, dan satu lagi perempuan yang tampak mengawasi situasi.

“Jumlahnya empat, dua di depan saya, satu sopir, satu lagi perempuan lihat-lihat,” jelasnya.

Setelah berhasil lolos, Eh memilih tidak pulang, melainkan mencari jalan lain menuju sekolah melalui Jalan Pertahanan. Namun, di perjalanan ia justru kembali melihat salah satu pelaku

“Ketemu lagi, Pak. Dia ajak saya lagi, tapi saya tetap nolak. Untung ada warga yang bantu ngantar saya ke sekolah,” ujarnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia