Sumsel

Viral Video Keributan di SDN 85 Palembang, Kepala Sekolah Dituding Lakukan Kekerasan Verbal dan Penyelewengan Dana

Maman Suparman | 6 Agustus 2025, 16:25 WIB
Viral Video Keributan di SDN 85 Palembang, Kepala Sekolah Dituding Lakukan Kekerasan Verbal dan Penyelewengan Dana

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah video keributan di lingkungan sekolah dasar kembali menghebohkan media sosial.

Kali ini, video berdurasi satu menit yang memperlihatkan insiden di SDN 85 Palembang viral di Instagram. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (2/8/2025) siang, di Jalan Mojopahit, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang perempuan yang diduga merupakan Office Boy (OB) sekolah tergeletak tak sadarkan diri di salah satu ruang sekolah. Sementara itu, terdengar suara keras yang disebut-sebut berasal dari Kepala Sekolah SDN 85.

Unggahan video tersebut disertai narasi bahwa kepala sekolah kerap melakukan kekerasan verbal kepada guru dan staf sekolah, termasuk membentak dan mengucilkan mereka.

Tidak hanya itu, akun yang membagikan video juga menuding adanya praktik penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pemotongan honor pegawai, hingga dugaan manipulasi absensi dengan mencantumkan nama kerabat yang tidak pernah bekerja di sekolah.

Baca Juga: Pelaku Penembakan Pengendara Motor di Palembang Ditangkap, Satu Masih Buron

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SDN 85, Usta, membantah semua tuduhan yang beredar di media sosial. Menurutnya, saat kejadian, pihak sekolah sedang menggelar rapat internal, dan tidak terjadi tindakan kekerasan maupun penganiayaan.

 

“Saat itu kami sedang rapat. Ketika saya sedang menyampaikan materi, Siti Mariam (OB) menyela pembicaraan saya. Saya memang sempat marah, tapi tidak ada bentakan, apalagi kekerasan fisik,” ujar Usta kepada wartawan, Rabu (6/8/2025).

Ia menjelaskan, kondisi Siti yang kemudian tergeletak diduga karena kelelahan, bukan karena adanya penganiayaan.

 

“Siti terlihat lelah dan tiba-tiba jatuh, tapi bukan karena saya melakukan sesuatu. Tidak ada kontak fisik sama sekali,” tegasnya.

Menanggapi tudingan soal penyelewengan dana BOS dan pemotongan honor yang mencuat dalam unggahan viral tersebut, Usta menyatakan bahwa tuduhan itu tidak berdasar.

Ia menyebut pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang sudah turun langsung dan melakukan klarifikasi.

“Semua sudah diklarifikasi oleh Dinas Pendidikan, dan hasilnya tidak ditemukan penyimpangan seperti yang dituduhkan,” katanya.

Usta juga menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai menyesatkan dan menggiring opini publik.

 

“Informasi yang beredar di Instagram itu tidak sesuai dengan fakta. Banyak orang menilai tanpa tahu kejadian sebenarnya,” tutupnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia