4 Fakta Dokter Kandungan Lakukan Pelecehan Seksual di Garut, Sudah Tidak Praktik Sejak Akhir 2024

AKURAT. CO SUMSEL - Citra baik dunia kedokteran kembali tercoreng.
Belum tuntas kasus dokter residen rudapaksa penjaga pasien di RSHS, kini muncul kasus lain serupa di Garut, Jawa Barat.
Seorang dokter kandungan bernama M Syafril Firdaus alias MSF terekam melakukan tindakan asusila pada pasiennya di sebuah klinik swasta yang ada di Garut.
Baca Juga: Miris, Bocah 4 Tahun Jadi Korban Jambret di Teras Rumah Neneknya di Palembang
Dalam rekaman video yang viral di medsos, MSF melakukan aksi bejatnya saat melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Sementara tangan kanan pelaku memegang alat USG, tangan kiri terlihat meraba ke arah dada pasien.
Aksi bejat ini terekam dalam CCTV ruangan pemeriksaan klinik dan akhirnya viral di medsos.
Baca Juga: Terseret Arus Saat Pulang dari Kebun, Pasangan Suami Istri Ditemukan Tewas di Sungai Lahat
Kejadian tahun 2024
Dari hasil penelusuran polisi diketahui aksi dugaan pelecehan seksual itu berlangsung pada 2024, tepatnya pada 20 Juni.
Lokasi klinik tersebut berada di kawasan Pengkolan, Garut.
Baca Juga: Menikmati Eksotisme Danau Rayo, Pesona Tersembunyi Kabupaten Muratara
Letaknya tak jauh dari Lapangan Otista atau Alun-alun Garut.
MSF sudah tidak bekerja di klinik dan faskes pemerintah
Sementara itu, pemilik klinik tempat MSF melakukan tindakan asusila terhadap pasiennya, Dewi Sri juga angkat suara.
Baca Juga: Menikmati Eksotisme Danau Rayo, Pesona Tersembunyi Kabupaten Muratara
Ia mengatakan jika MSF sudah tidak praktik di kliniknya sejak awal tahun 2025.
"Dari tahun ini sudah mulai tidak praktik dan tidak ada praktik khusus di sini. Karena memang beliau juga sudah tidak praktik di rumah sakit manapun di Garut," kata Dewi.
Hal ini selaras dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani yang membenarkan kejadian dalam video rekaman CCTV klinik yang viral tersebut.
Baca Juga: Gandeng BKKBN, Sumsel Perkuat Komitmen Menuju Zero Stunting Lewat Program MBG untuk Ibu Hamil
Leli mengatakan, jika sejak akhir 2024 lalu MSF sudah tidak lagi bekerja di fasilitas kesehatan milik pemerintah karena kontraknya diputus.
Ada aduan dari pasien
Dewi juga mengatakan, sebelum kasus ini ramai, pihak klinik sudah menerima aduan dari pasien terkait tindakan pelecehan seksual yang dilakukan MSF.
Baca Juga: Mengenal Tugas Dokter Kandungan, Lebih dari Sekadar Menangani Persalinan
Oleh karenanya, dipasanglah CCTV di ruangan tersebut.
Polisi buka posko pengaduan dan tim khusus
Kapolres Garut, AKBP Mochammad Fajar mengatakan, jika pihak kepolisian telah membuka posko pengaduan terkait kasus ini karena sampai saat ini belum ada korban yang melapor langsung.
Selain itu, polisi juga akan membentuk tim penanganan khusus untuk mendalami dan menyelediki kasus tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 6Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 8Enam Penerbangan di Bandara Palembang Terganggu, Jarak Pandang Hanya 500 Meter
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






