Pesona Desa Wisata Pinang Banjar Muara Enim, dari Lahan Gagal Panen Jadi Danau Buatan dan Area Camping

AKURAT. CO SUMSEL - Bertahun-tahun terpuruk karena gagal panen, sejumlah warga Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim akhirnya bangkit.
Mereka lalu menyulap area lahan panen tersebut menjadi area wisata yang ramai dikunjungi saat musim panas maupun musim hujan.
Kini, tempat tersebut mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
Baca Juga: Remaja 16 Tahun Jadi Korban Pengeroyokan, Ibu Korban Lapor ke Polrestabes Palembang
Menurut keterangan pengelola wisata Pinang Banjar, Dedi Irawansyah, kawasan desa wisata tersebut ternyata memiliki keunikan hingga tudak dicocok jiia dijadikan lahan pertanian.
Lahan tersebut selalu tergenang banjir sa
at musim hujan dan selalu kering kerontang saat musim kemarau tiba.
Hal ini membuat warga setempat bertahun-tahun harus mengalami beberapa kali gagal panen akibat kondisi tersebut yang tentu saja berdampak bagi perekonomian mereka.
Sampai akhirnya, warga melihat potensi lain di mana lahan tersebut bisa dijadikan arena wisata setelah melihat keindahan kawasan itu saat terendam air kala musim hujan.
Yakni dari bulan Desember hingga Juni setiap tahunnya. Kawasan itu pun kini jadi obyek wisata andalan daerah setempat karena tidak hanya dikunjungi wisatawan loka.
Beberapa wisatawan dari India, Malaysia hingga Thailand tercatat turut mengunjungi Desa Wisata Pinang Banjar sejak kawasan pertanian itu disulap pada 2021.
Baca Juga: Realme GT7 Siap Meluncur Global 27 Mei, Usung Baterai Jumbo 7.000 mAh dan Fast Charging 120W
Pada 2024, kawasan desa wisata tersebut bahkan berhasil meraih penghargaan wisata terbaik tingkat di Provinsi Sumatera Selatan.
Daya Tarik Desa Wisata Pinang Banjar
Yang menjadi daya tarik kawasan desa wisata ini adalah ia yang selalu menawarkan atraksi berbeda di setiap musimnya.
Baca Juga: Besok Weekend? Ini 5 Cara Biar Kamu Tetap Semangat Bekerja Hari Ini
Saat musim hujan, keindahan alam terlihat dari rimbunnya pepohonan serta sebagian area yang terendam air seperti danau.
Oleh warga, kawasan tersebut disulap menjadi atraksi wisata air yang bisa dikelilingi dengan perahu.
Sedangkan pada musim kemarau lahan tersebut akan dimanfaatkan oleh warga sebagai destinasi untuk wisata kemping dan festival layang-layang di hamparan luas lahan kering.
Baca Juga: Mana yang Harus Kamu Pilih dalam Kariermu, Gaji Atau Passion?
Pendongkrak Perekonomian Warga Setempat
Keberhasilan menyulap area tersebut akhirnya menjadi berkah bagi warga.
Melalui berbagai kegiatan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), mereka rata-rata meraih keuntungan hingga Rp800.000 per hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 415 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 8Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








