Kecelakaan Truk Berulang di Jalur Padat Palembang, Polisi Beberkan Penyebab Utama

AKURAT.CO SUMSEL Satuan Lalu Lintas Polrestabes Palembang mencatat sedikitnya tujuh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan bertonase besar terjadi dalam kurun tiga bulan terakhir. Meski sejumlah insiden sempat menimbulkan korban jiwa, kepolisian menegaskan secara statistik tidak terjadi peningkatan angka kecelakaan dibandingkan periode sebelumnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, IPTU Hermanto, mengatakan sebagian besar kecelakaan tersebut justru tidak terjadi di ruas jalan inti perkotaan, melainkan di jalur yang dikenal padat dilalui kendaraan berat seperti Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Bypass Alang-alang Lebar.
“Total ada tujuh kejadian kecelakaan yang melibatkan kendaraan bertonase besar. Namun jika dilihat dari data, jumlah ini masih tergolong stabil dan tidak menunjukkan tren kenaikan,” ujar Hermanto, Senin (19/1/2026).
Beberapa peristiwa kecelakaan terjadi dalam waktu berdekatan. Pada 15 Januari 2026, sebuah truk trailer menabrak truk tronton yang terparkir di bahu Jalan Bypass Alang-alang Lebar. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Sehari berselang, kecelakaan fatal terjadi di kawasan Sukarami, Jalan Kolonel H Burlian. Sebuah truk tangki air menabrak sepeda motor hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Baca Juga: Muhammadiyah Sumsel Tetapkan Awal Puasa Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026
Sementara di lokasi berbeda, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, seorang pelajar mengalami luka-luka setelah menabrak truk tronton yang berhenti di pinggir jalan.
Selain kejadian terbaru, kecelakaan beruntun yang melibatkan truk bertonase besar juga tercatat pada 5 November 2025 di Bypass Alang-alang Lebar dengan satu korban meninggal dunia. Insiden serupa sebelumnya terjadi di Jalan Soekarno Hatta pada 9 Oktober 2025 dan kembali merenggut satu nyawa.
Hermanto menuturkan, sebagian besar kecelakaan dipicu oleh kendaraan besar yang berhenti atau parkir di bahu jalan, ditambah kelalaian pengendara lain. Ia juga mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran jam operasional truk dalam salah satu kecelakaan fatal.
“Truk tangki air yang terlibat kecelakaan di Sukarami diduga melanggar aturan jam operasional. Sesuai Perwali Palembang Nomor 26 Tahun 2019, kendaraan bertonase besar dilarang melintas di jalan protokol pada siang hari,” jelasnya.
Dalam aturan tersebut, kendaraan berat hanya diperbolehkan melintas di wilayah kota mulai pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB. Namun, pelanggaran masih kerap ditemukan di lapangan.
Pihak kepolisian mengaku telah berulang kali memberikan teguran kepada pengemudi truk yang parkir di bahu jalan. Meski demikian, penindakan masih menemui kendala, mulai dari pengemudi yang hanya membawa fotokopi SIM dan STNK hingga belum tersedianya lokasi penitipan khusus bagi kendaraan bertonase besar.
“Kami terus mengimbau pengemudi kendaraan berat agar mematuhi aturan jam operasional dan tidak parkir sembarangan. Kepatuhan ini penting untuk mencegah kecelakaan yang merugikan banyak pihak,” tegas Hermanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









