Sumsel

Eman Layo Pelaku Penyiraman Air Keras dan Perkelahian di Club 41 Palembang Ditangkap Polisi

Maman Suparman | 25 Juli 2025, 18:26 WIB
Eman Layo Pelaku Penyiraman Air Keras dan Perkelahian di Club 41 Palembang Ditangkap Polisi

AKURAT.CO SUMSEL Tim gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menangkap Eman Layo, pelaku penyiraman air keras dan perkelahian yang terjadi di kawasan hiburan malam Club 41 atau Diskotik DA, Palembang.

Penangkapan dilakukan setelah pelaku sempat melarikan diri ke berbagai daerah di Pulau Sumatera, termasuk Riau, Bangka Belitung, dan Pekanbaru.

Wakapolrestabes Palembang, AKBP Aditya Kurniawan, mengatakan Eman Layo terlibat dalam dua laporan kepolisian berbeda, yakni kasus penyiraman air keras dan tindak kekerasan di Club 41.

“Pelaku diamankan terkait penganiayaan dengan pemberatan di kawasan Gandus serta perkelahian di Diskotik DA. Namun dari hasil penyelidikan, dia tidak terlibat dalam kasus pembacokan calon pengantin di Jalan Panca Usaha, 5 Ulu, beberapa waktu lalu,” jelas AKBP Aditya dalam konferensi pers, Jumat (25/7/2025).

Aditya juga mengungkapkan bahwa Eman merupakan residivis dengan catatan kriminal serupa, dan kerap membawa senjata tajam maupun senjata api rakitan dalam setiap aksinya.

“Pelaku ini sering membawa sajam dan senjata api rakitan, yang diduga dibelinya secara ilegal,” tambahnya.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Palembang Tembus 211 dalam Enam Bulan, Dinkes Soroti Seks Bebas di Kalangan Remaja

Sementara itu, Eman Layo mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku membeli senjata api rakitan (senpira) secara online seharga Rp2 juta dari seseorang yang dikenalnya melalui grup WhatsApp. Senjata tersebut berasal dari wilayah Sungai Ceper.

“Saya beli senpi itu untuk jaga diri karena saya punya musuh. Belinya lewat grup WhatsApp, dari seseorang yang katanya dari Sungai Ceper,” kata Eman.

Terkait penyiraman air keras, Eman mengaku melakukannya karena salah paham. Ia menuduh korban hendak menculik seorang anak, sehingga ia spontan mengambil botol berisi air keras dari motornya dan menyiramkan ke tubuh korban.

“Waktu itu saya lihat korban pegang tangan anak kecil, saya kira mau menculik. Saya langsung ambil air keras dari motor dan siram. Habis itu saya kabur,” ucapnya.

Selama dalam pelarian, Eman berpindah-pindah tempat dan sempat bersembunyi di rumah bibinya di Riau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia