Sumsel

Kelurahan Karya Jaya Jadi Kawasan Terkumuh di Palembang, Pemkot Targetkan Zero Kumuh

Maman Suparman | 3 Juli 2025, 21:00 WIB
Kelurahan Karya Jaya Jadi Kawasan Terkumuh di Palembang, Pemkot Targetkan Zero Kumuh

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berpacu menuntaskan permasalahan kawasan kumuh di wilayahnya. Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 53 titik kawasan kumuh yang tersebar di berbagai kecamatan.

Dari jumlah tersebut, wilayah terluas berada di Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, dengan luas mencapai 150,89 hektare.

Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Palembang, Deven Hanyaken, menyampaikan bahwa data tersebut mengacu pada Surat Keputusan Wali Kota Tahun 2020 dan terus diperbarui hingga saat ini.

“Wilayah kumuh di Palembang memang masih menjadi tantangan besar, tapi saat ini sudah mulai menunjukkan tren penurunan. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk percepatan penanganannya,” ujar Deven, Kamis (3/7/2025).

Penentuan kawasan kumuh dilakukan dengan mempertimbangkan tujuh indikator penting.

Baca Juga: Kasus DBD di Palembang Capai 461 Sejak Januari, Dinkes Gencarkan 3M dan Layanan Fogging Gratis

"yaitu ketidakteraturan bangunan, jalan lingkungan yang tidak memadai, ketiadaan akses air bersih, buruknya drainase, pengelolaan limbah dan sampah yang tidak optimal, serta minimnya sistem perlindungan kebakaran," katanya.

Menurut Deven, faktor utama penyebab terbentuknya kawasan kumuh adalah arus urbanisasi dari wilayah hinterland serta kesenjangan pembangunan antar kelurahan.

Akibatnya, sejumlah kawasan tidak mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk yang cepat, dan berujung pada kondisi lingkungan yang tidak layak huni.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkot telah menjalankan berbagai program, mulai dari peremajaan permukiman, pemugaran rumah warga, hingga relokasi bagi kawasan yang dinilai sudah tidak memungkinkan lagi untuk diperbaiki secara struktural.

“Selama 2025, sudah ada sekitar 12 hektare yang diremajakan dan 15 hektare dipugar. Namun, bukan hanya pembangunan fisik yang penting, kami juga menghadapi tantangan dalam mengubah pola hidup masyarakat agar lebih sehat dan tertib,” jelasnya.

Deven menegaskan bahwa Pemkot Palembang menargetkan untuk mewujudkan kota bebas kawasan kumuh atau zero kumuh dalam waktu dekat.

Sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, Palembang disebut memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan lingkungan yang layak dan sehat bagi warganya.

“Kami ingin ke depan tidak ada lagi wilayah yang dicap sebagai kawasan kumuh. Ini bagian dari misi besar membentuk wajah kota yang modern namun tetap berkeadilan dalam pembangunan,” tegas Deven.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia