Sumsel

Puluhan Sopir Truk Terjebak Akibat Penutupan Jalan ke Pabrik PT Hijau Lestari di Banyuasin

Maman Suparman | 14 Maret 2025, 16:30 WIB
Puluhan Sopir Truk Terjebak Akibat Penutupan Jalan ke Pabrik PT Hijau Lestari di Banyuasin

AKURAT.CO SUMSEL Puluhan sopir truk yang mengangkut bahan baku ke pabrik PT Hijau Lestari terjebak di jalan selama berhari-hari setelah akses menuju pabrik di Jalan Sabar Jaya, Desa Pematang Palas, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, ditutup secara sepihak oleh sekelompok orang.

Penutupan ini terjadi sejak Rabu (12/3/2025) dan hingga Jumat (14/3/2025) belum ada kejelasan terkait penyelesaiannya.

Berdasarkan informasi di lokasi, akses jalan tersebut ditutup dengan pemasangan papan pengumuman yang menyatakan bahwa lahan seluas 168.300 meter atau 16,83 hektare berada dalam pengawasan advokat.

Papan itu juga mencantumkan larangan untuk memasuki atau beraktivitas di area tersebut hingga ada putusan hukum tetap atau kesepakatan antara pihak yang bersengketa dengan PT Hijau Lestari.

Salah seorang sopir truk, berinisial A, mengungkapkan bahwa penutupan ini menyebabkan para sopir kesulitan mendapatkan makanan dan harus bertahan di jalan tanpa kepastian.

Baca Juga: Sales Minimarket di Palembang Kehilangan Motor Trail, Diduga Dicuri Menggunakan Kunci Letter T

"Kami sudah terjebak di sini selama berhari-hari, tidak bisa melanjutkan perjalanan, tidak dapat bekerja, dan bahkan kesulitan mendapatkan makanan untuk berbuka puasa. Kami berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk membubarkan aksi ini agar kami bisa kembali beraktivitas," ujar A, Jumat (14/3/2025).

Humas PT Hijau Lestari, Heri Wahyudi, membenarkan adanya penutupan akses jalan ke pabrik mereka. Ia menjelaskan bahwa persoalan ini berkaitan dengan sengketa tanah yang belum terselesaikan.

"Akses jalan ke pabrik kami ditutup secara sepihak. Para sopir truk terjebak dan tidak bisa bergerak maju maupun mundur. Ini sangat menghambat operasional kami," ungkap Heri Wahyudi.

Ia berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan agar akses jalan dapat dibuka kembali.

"Para karyawan tidak dapat masuk bekerja, sementara pasokan bahan baku pabrik terhenti. Jika situasi ini terus berlanjut, operasional pabrik bisa lumpuh, mengancam ribuan pekerja dengan kehilangan mata pencaharian," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Mariana, AKP Ahmad Iqbal, belum memberikan tanggapan terkait penutupan akses jalan tersebut. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia