Sumsel

Jumlah Kasus HIV/AIDS di Sumsel Sebanyak 698, Kasus Terbanyak Ada di Palembang

Muhammad Husni Mushonifi | 29 November 2023, 16:58 WIB
Jumlah Kasus HIV/AIDS di Sumsel Sebanyak 698, Kasus Terbanyak Ada di Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 689 orang terinfeksi HIV/AIDS di Sumatera Selatan (Sumsel) dari Januari hingga Oktober 2023, hal tersebut berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel. 

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman mengatakan untuk data kasus HIV/AIDS terbaru berjumlah ada 698. Akan tetapi, sembilan orang berasal dari luar Sumsel jadi untuk di Sumsel ada 680 orang,

“Untuk Sumsel itu ada 680 orang terinfeksi HIV/AIDS, sembilannya dari luar Sumsel jadi total keseluruhan 689,” katanya, Rabu (29/11/2023).

Data di tahun 2023 ada 479 untuk HIV enamnya dari luar provinsi dan 219 untuk AIDS, tiganya dari luar Sumsel.

Lalu sebaran untuk HIV di 17 Kabupaten/Kota yaitu tiga di OKU Selatan, tiga di Empat Lawang, empat di Pagaralam, empat di Muratara, lima di OI, tujuh di Mura, tujuh di OKI, 10 di Pali, 14 di Lubuklinggau, 16 di Lahat, 16 di OKU Timur, 16 di OKU, 18 di Muara Enim, 20 di Prabumulih, 23 di Muba, 24 di Banyuasin, dan 283 di Palembang.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun Inflasi di Palembang Meningkat, Ini Kata Deputi Bank Indonesia

Sedangkan untuk AIDS ada satu di OKU Selatan, dua di Empat Lawang, satu di Pagaralam, tiga di Muratara, lima di OI, enam di Mura, 13 di OKI, empat di Pali, sembilan di Lubuklinggau, lima di Lahat, 18 di OKU Timur, 2 di OKU, 17 di Muara Enim, 11 di Prabumulih, 14 di Muba, delapan di Banyuasin, dan 97 di Palembang.

“Berdasarkan data yang ada tersebut HIV/AIDS terbanyak ada di kota Palembang dengan total 380,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Palembang Yudhi Setiawan mengatakan bahwa kasus HIV/AIDS terbanyak ada di Palembang.

"Jumlah penduduk di Palembang paling banyak, secara langsung juga memengaruhi Jumlah orang yang beriisko HIV/AIDS juga paling banyak," ujarnya.

Selain itu, Yudhi menyatakan bahwa orang-orang seperti ibu hamil, pasien TB, laki-laki sex laki-laki (LSL), dan orang-orang dari jenis kelamin lain berisiko terinfeksi virus HIV, yang artinya penemuan kasus HIV/AIDS juga akan meningkat.

Palembang yang terbanyak di Sumsel, karena Palembang memiliki jumlah fasilitas medis yang dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan HIV/AIDS paling banyak dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumsel.

“Namun, usia produktif yang terpapar HIV adalah antara 20 dan 24 tahun dan 25 dan 49 tahun. Jumlah anak-anak yang terpapar hanyalah sedikit, dan yang paling banyak adalah homoseksual atau LSL,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.