Sumsel

Sumatera Selatan Catat Lonjakan Panen Jagung 2025, Puncak Produksi Terjadi di Akhir Tahun

Maman Suparman | 1 Januari 2026, 22:00 WIB
Sumatera Selatan Catat Lonjakan Panen Jagung 2025, Puncak Produksi Terjadi di Akhir Tahun

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan menunjukkan kinerja positif dalam sektor pertanian jagung sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data luas panen jagung pipilan bulanan tingkat provinsi, Sumsel mencatat total luas panen mencapai 62.155,86 hektare, menempatkannya sebagai salah satu daerah penyangga produksi jagung di Pulau Sumatera.

Tren panen jagung di Sumatera Selatan relatif stabil sepanjang tahun, dengan peningkatan signifikan terjadi pada paruh kedua 2025.

Puncak luas panen tercatat pada September dan Oktober, masing-masing mencapai 13.833,97 hektare dan 12.205,86 hektare, menjadi periode panen terbesar selama setahun.

Pada awal tahun, luas panen jagung di Sumsel berada di kisaran 3.000–3.800 hektare per bulan.

Baca Juga: Lengkap! Ini Daftar Tanggal Merah 2026 ada 17 Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama

Januari tercatat seluas 3.287,42 hektare, meningkat pada Februari menjadi 3.868,80 hektare, sebelum sedikit menurun pada April dan Mei.

Memasuki Juni hingga Agustus, luas panen kembali menunjukkan tren naik, menandakan mulai optimalnya musim tanam dan panen.

Kenaikan tajam pada September–Oktober dinilai sebagai hasil dari pola tanam yang semakin terencana serta dukungan iklim yang relatif kondusif.

Selain itu, perbaikan akses sarana produksi dan pendampingan petani turut berkontribusi terhadap peningkatan luas panen di wilayah sentra jagung Sumatera Selatan.

Memasuki akhir tahun, luas panen kembali melandai. November tercatat 5.485,16 hektare, sementara Desember berada di angka 3.995,75 hektare.

Meski menurun, capaian ini tetap mencerminkan produktivitas yang konsisten sepanjang 2025.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia