Sumsel

Jauhi Drama! Ini 4 Kunci Cerdas Memilih Pasangan ala Psikolog, Hindari Hubungan Toxic

Maman Suparman | 9 Desember 2025, 11:00 WIB
Jauhi Drama! Ini 4 Kunci Cerdas Memilih Pasangan ala Psikolog, Hindari Hubungan Toxic

AKURAT.CO SUMSEL Memilih pasangan hidup atau bahkan sekadar kekasih bukan hanya soal ketertarikan fisik, melainkan investasi emosional jangka panjang.

Di era media sosial yang serba cepat, banyak individu terjebak dalam hubungan yang tidak sehat (toxic) karena mengabaikan fondasi penting dalam proses pemilihan.

Psikolog dan konselor hubungan menekankan bahwa kriteria dalam memilih pasangan harus melampaui penampilan dan chemistry awal. Pemilihan yang bijak akan berdampak signifikan pada kesehatan mental dan kualitas hidup.

Berikut adalah 4 cara cerdas yang disarankan oleh para ahli untuk memilih pasangan yang suportif dan sejalan:

1. Perhatikan Konsistensi antara Ucapan dan Tindakan

Salah satu indikator terpenting dari integritas seseorang adalah konsistensi. Jika seseorang sering menjanjikan hal besar namun gagal memenuhi janji-janji kecil, ini adalah lampu merah.

2. Evaluasi Cara Mereka Mengatasi Konflik

Baca Juga: Pendaftaran PPPK BGN Dibuka Sampai 10 Desember 2025, Simak Persyaratannya di Sini

Hubungan yang sehat bukanlah hubungan tanpa masalah, melainkan hubungan di mana kedua belah pihak tahu cara mengatasi konflik dengan dewasa.

Perhatikan bagaimana calon pasangan Anda bereaksi saat sedang stres, marah, atau menghadapi ketidaksepakatan.

3. Kesamaan Nilai Inti (Core Values)

Nilai inti mencakup pandangan tentang masa depan, uang, keluarga, dan spiritualitas. Meskipun hobi bisa berbeda, kesamaan pandangan mengenai isu-isu fundamental ini sangat krusial untuk hubungan jangka panjang.

Misalnya, jika Anda menghargai stabilitas finansial sementara pasangan Anda cenderung impulsif dalam pengeluaran, ini dapat memicu gesekan serius di masa depan. Pastikan Anda dan calon pasangan memiliki visi yang selaras tentang tujuan hidup utama.

4. Amati Perilaku Mereka terhadap Orang Lain

Bagaimana seseorang memperlakukan pelayan restoran, petugas kebersihan, atau anggota keluarga yang tidak mereka sukai adalah cerminan sejati dari karakter mereka. Sifat empati dan hormat tidak hanya ditujukan kepada pasangannya, tetapi harus menjadi bagian intrinsik dari diri mereka.

Pasangan yang baik akan menunjukkan rasa hormat dan kebaikan yang konsisten kepada semua orang, tanpa memandang status sosial. Ini adalah bukti bahwa mereka memiliki hati yang besar dan tidak hanya bersikap manis di hadapan Anda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia