Sumsel

Gubernur Herman Deru Dukung Digi Sport Kelola Sriwijaya FC

Maman Suparman | 1 November 2025, 19:00 WIB
Gubernur Herman Deru Dukung Digi Sport Kelola Sriwijaya FC

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyatakan dukungannya kepada Digi Sport untuk mengelola klub kebanggaan masyarakat Sumsel, Sriwijaya FC (SFC).

Ia menilai pengelolaan oleh Digi Sport lebih profesional dibandingkan manajemen lama.

Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru usai bertemu dengan jajaran manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) dan pemilik Digi Sport, Alexander Rusli, di Griya Agung, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Sabtu (1/11/2025).

“Saya dengar ada Digi Sport, awalnya saya pikir mereka perusahaan yang hanya mencari keuntungan. Tapi setelah bertemu langsung dengan Pak Alexander Rusli, ternyata persepsi saya salah. Saya baru tahu ternyata beliau orang Palembang,” ujar Herman Deru.

Baca Juga: Derby Panas, Sumsel United Siap Buktikan Diri di Hadapan Sriwijaya FC

Deru menegaskan, dirinya lebih percaya Digi Sport untuk mengelola Sriwijaya FC ketimbang manajemen lama yang dinilai kerap menimbulkan persoalan keuangan.

“Kalau manajemen lama atau dari pemerintahan yang mengelola, bisa timbul lagi hutang-hutang tidak jelas. Kalau Digi Sport yang urus, hutang jadi nol rupiah karena sudah diputuskan oleh pengadilan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kekompakan manajemen PT SOM yang mampu bertahan dan tetap solid meski menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola klub.

Selain itu, Deru menyoroti bahwa Alexander Rusli sebagai pemilik Digi Sport merupakan cucu dari mantan Gubernur Sumsel periode 1959–1964, Achmad Bastari, yang dinilainya memiliki kecintaan besar terhadap Sriwijaya FC.

“Pak Alex mengurus SFC karena dia cinta klub ini dan karena dia orang Palembang,” tegas Deru.

Sementara itu, Komisaris Utama PT SOM sekaligus pemilik Digi Sport, Alexander Rusli, menjelaskan bahwa awalnya Digi Sport hanya membantu Sriwijaya FC dalam bentuk pinjaman dana. Namun, karena tidak dapat dibayar, pengadilan memutuskan agar pinjaman tersebut dikonversi menjadi saham.

“Semua berdasarkan keputusan pengadilan. Hutang SFC dijadikan saham, dan sekarang sudah nol hutang, hanya tinggal kewajiban pajak,” ujarnya.

Alexander menambahkan, sejak Digi Sport masuk, tidak ada sponsor yang mendukung Sriwijaya FC. Semua biaya operasional klub ditanggung dengan dana pribadi.

“Saya lakukan ini karena amanah dari keluarga di Palembang untuk menyelamatkan SFC. Saya sudah terlanjur terlibat, jadi harus dijalankan dengan komitmen penuh,” kata Alexander.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia