Sumsel

Uya Kuya Akui Tak Terima Gaji Sejak Dinonaktifkan dari DPR RI

Maman Suparman | 31 Oktober 2025, 14:49 WIB
Uya Kuya Akui Tak Terima Gaji Sejak Dinonaktifkan dari DPR RI

AKURAT.CO SUMSEL Presenter sekaligus anggota DPR RI nonaktif, Uya Kuya, menegaskan bahwa dirinya tidak lagi menerima gaji maupun tunjangan sejak resmi dinonaktifkan sebagai anggota dewan pada 1 September 2025.

Hal tersebut disampaikan Uya dalam program For Your Pagi (FYP) di Trans7 yang tayang pada Kamis (30/10/2025). Ia menegaskan bahwa sejak keputusan nonaktif itu berlaku, dirinya tidak menerima pemasukan apa pun dari DPR.

“Alhamdulillah, sejak dinonaktifkan sampai sekarang saya tidak terima gaji dan tunjangan. Demi Allah, tidak ada yang saya terima,” ujar Uya Kuya.

Uya menjadi salah satu dari lima anggota DPR RI yang dinonaktifkan buntut kontroversi sikap mereka terkait polemik tunjangan wakil rakyat.

Baca Juga: Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis di Akhir Bulan, Berikut Rincian Harganya

Selain Uya, empat nama lain yang ikut dinonaktifkan yaitu Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, Eko Patrio dari PAN, serta Adies Kadir dari Partai Golkar.

Mantan vokalis Tofu itu mengaku kini hanya mengandalkan tabungan pribadi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal tersebut juga dibenarkan oleh sahabatnya, Raffi Ahmad, yang menyebut bahwa seluruh gaji dan tunjangan Uya telah dihentikan.

“Gaji pokok dan tunjangan semuanya setop. Sekarang Uya hanya pakai tabungan yang ada,” ujar Raffi.

Sebelumnya, nama Uya Kuya menjadi sorotan usai video dirinya berjoget di Gedung DPR RI beredar luas di media sosial. Video tersebut diedit dan disebarkan ulang dengan narasi seolah Uya tengah merayakan kenaikan gaji anggota dewan, sehingga memicu kemarahan publik.

Uya kemudian memberikan klarifikasi bahwa momen tersebut terjadi usai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada 15 Agustus 2025. Ia menjelaskan bahwa seluruh anggota dewan saat itu hanya mengikuti hiburan lagu daerah yang dipersembahkan oleh mahasiswa Universitas Pertahanan.

“Setelah acara ditutup oleh Ibu Puan Maharani, kami diajak menari lagu Gemu Fa Mi Re. Tidak ada maksud merayakan apa pun,” katanya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia