Sumsel

Fenomena 'Sudah Pergi Baru Rindu': Mengapa Kita Sering Menyesal Setelah Kehilangan?

Maman Suparman | 16 September 2025, 10:00 WIB
 Fenomena 'Sudah Pergi Baru Rindu': Mengapa Kita Sering Menyesal Setelah Kehilangan?

AKURAT.CO SUMSEL Pernahkah Anda merasakan penyesalan mendalam setelah seseorang yang penting dalam hidup Anda pergi?

Fenomena "sudah pergi baru rindu" ini umum terjadi, dan seringkali membuat kita bertanya-tanya mengapa kita tidak menghargai kehadiran mereka saat masih ada.

1. Bias Ketersediaan (Availability Heuristic)

Secara alam bawah sadar, kita cenderung menganggap enteng hal-hal yang selalu ada di dekat kita.

Ini adalah bias kognitif yang disebut bias ketersediaan. Saat seseorang selalu hadir entah itu pasangan, teman, atau anggota keluarga kita menganggap kehadiran mereka adalah hal yang wajar dan permanen.

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan 17 Paket Ekonomi 8+4+5 Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Ini Daftarnya

Begitu mereka pergi, barulah kita menyadari kekosongan yang ada dan mulai merindukan mereka. 

2. Kurangnya Apresiasi

Dalam rutinitas sehari-hari, kita sering kali terlalu sibuk dengan urusan sendiri. Kita mungkin lupa untuk memberikan perhatian, ucapan terima kasih, atau sekadar menunjukkan apresiasi.

Saat mereka pergi, kita mulai mengingat semua hal kecil yang mereka lakukan dan menyesali kurangnya penghargaan yang kita berikan.

3. Mengingat Kenangan Indah

Saat seseorang pergi, otak kita cenderung memutar kembali kenangan-kenangan indah bersamanya.

Kenangan ini terasa lebih kuat karena tidak lagi dibarengi dengan hal-hal negatif atau konflik kecil yang mungkin pernah terjadi. Fokus pada hal-hal baik ini memperdalam rasa rindu dan penyesalan.

4. Merasa Kehilangan Kendali

Kepergian seseorang, entah karena jarak atau perpisahan, sering kali membuat kita merasa kehilangan kendali atas hubungan tersebut.

Kita tidak bisa lagi bertemu, berbicara, atau melakukan hal-hal yang biasa dilakukan. Perasaan tidak berdaya ini memicu kita untuk merenungkan kembali apa yang sudah hilang.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia