Sumsel

Aktivitas Vulkanik Gunung Dempo Meningkat, Longsor Terjadi di Dinding Kawah

Maman Suparman | 14 Agustus 2025, 13:01 WIB
Aktivitas Vulkanik Gunung Dempo Meningkat, Longsor Terjadi di Dinding Kawah

AKURAT.CO SUMSEL Aktivitas vulkanik Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu (13/8/2025), sebagian dinding kawah gunung tersebut dilaporkan mengalami longsor.

Kepala Kantor Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IX Dempo, Heeri Mulyono, membenarkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut.

Ia menyebut pemantauan dilakukan secara intensif berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pagar Alam.

“Sampai saat ini, status Gunung Dempo masih berada pada Level II atau Waspada,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

Baca Juga: Alasan Sriwijaya FC Tunda Acara Peluncuran Tim, Sesuaikan Jadwal Liga 2

Meski berstatus waspada, jalur pendakian masih dibuka. Namun, pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius satu kilometer dari bibir kawah sesuai rekomendasi PVMBG.

“Kami terus berkoordinasi dengan Badan Registrasi Gunung Dempo untuk memantau aktivitas pendakian. Minat masyarakat untuk mendaki dan berkemah masih cukup tinggi, tetapi jika situasi memburuk, penutupan jalur akan menjadi opsi,” kata Heeri.

Ketua Badan Registrasi Gunung Dempo (Brigade), Arizon, menambahkan bahwa momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI biasanya menarik ratusan pendaki, baik dari daerah sekitar maupun luar daerah, untuk berkemah di puncak.

“Keputusan membuka atau menutup jalur pendakian ada di KPH dan pemerintah daerah. Saat ini kami optimistis aktivitas vulkanik tidak akan terlalu mengkhawatirkan, sehingga kunjungan wisatawan tetap berjalan normal, termasuk ke kawasan kebun teh,” ungkapnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia