Drama Baru di Dunia Kripto, Harga Bitcoin Anjlok, Investor Panik, Trump Jadi Sorotan

AKURAT.CO SUMSEL Gejolak kembali mengguncang pasar kripto global. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, aset digital mengalami koreksi tajam yang memicu kepanikan di kalangan investor.
Bitcoin, yang selama ini dikenal sebagai simbol kekuatan kripto, harus rela tersungkur lebih dari 6% dan diperdagangkan di angka USD77.920 per koin, atau setara Rp1,32 miliar pada Senin pagi (7/4/2025) pukul 11.05 WIB.
Tak hanya Bitcoin, Ethereum dan Binance Coin pun ikut terseret dalam badai. Ethereum jatuh hampir 13% ke level USD1.576, sedangkan BNB melemah 5,9% ke posisi USD557 per koin.
Data dari Coinmarketcap mencatat kapitalisasi pasar kripto global kini menyusut menjadi USD2,48 triliun, turun 7,41% dalam sehari—angka yang cukup untuk membuat pelaku pasar menahan napas.
Fenomena ini tidak datang tiba-tiba. Menurut laporan Coindesk, aksi jual besar-besaran dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global.
Tekanan muncul dari pasar saham Amerika Serikat yang dibuka melemah—Nasdaq 100 terperosok 5% dan S&P 500 terkoreksi 4,5%—mencerminkan meningkatnya ketidakpastian pasar.
Namun, satu nama kembali muncul ke permukaan: Donald Trump. Kebijakan tarif yang kembali digaungkan oleh mantan Presiden AS tersebut dinilai terlalu agresif terhadap mitra dagang utama, dan kini disebut-sebut sebagai pemicu utama instabilitas pasar.
Baca Juga: Apa Itu Tarif Donald Trump dan Bagaimana Dampaknya untuk Perekonomian Indonesia ?
Miliarder dan manajer hedge fund, Bill Ackman, bahkan melabeli kebijakan ini sebagai “perang nuklir ekonomi”. Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), ia memperingatkan bahwa kebijakan semacam ini berpotensi melumpuhkan perekonomian global dan mengikis kepercayaan pasar terhadap Amerika Serikat.
"Jika ini berlanjut, dunia bisa berpaling. Dampaknya tidak akan sebentar," tulis Ackman.
Sinyal pelarian investor ke aset yang lebih aman pun mulai terlihat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 14 basis poin ke level 3,85%, menandakan pergeseran minat dari aset berisiko ke instrumen yang lebih stabil.
Ironisnya, kripto selama ini dipromosikan sebagai “safe haven” digital. Namun, realita hari ini menunjukkan bahwa aset digital juga sangat rentan terhadap tekanan eksternal dan kebijakan makroekonomi.
Media sosial pun dibanjiri tagar #BlackMonday, merujuk pada kejatuhan pasar saham di tahun 1987. Banyak pengguna membandingkan kondisi saat ini dengan krisis serupa, apalagi koreksi terjadi serentak di pasar kripto dan bursa saham.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







