Sumsel

Keutamaan Malam Lailatulqadar: Waktu, Tanda, dan Amalan yang Dianjurkan

Maman Suparman | 11 Maret 2025, 10:00 WIB
Keutamaan Malam Lailatulqadar: Waktu, Tanda, dan Amalan yang Dianjurkan

AKURAT.CO SUMSEL Malam Lailatulqadar merupakan malam yang penuh kemuliaan dan diyakini lebih baik dari seribu bulan.

Umat Islam di seluruh dunia menanti momen istimewa ini karena keberkahannya yang luar biasa.

Rasulullah SAW. pernah menyampaikan bahwa Lailatulqadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil, yaitu 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Lailatulqadar disebut dalam Al-Qur'an sebagai malam yang penuh keberkahan, di mana Al-Qur'an pertama kali diturunkan. Dalam Surah Al-Qadr ayat 3 disebutkan,
"Lailatulqadar itu lebih baik dari seribu bulan."

Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki pahala yang lebih besar dibanding ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

Selain itu, pada malam ini, malaikat turun ke bumi untuk membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi hamba-hamba yang beribadah dengan tulus. Ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan.

Tanda-Tanda Malam Lailatulqadar

Meski tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya, para ulama menyebutkan beberapa tanda malam Lailatulqadar, di antaranya:

1. Suasana malam yang tenang – Udara tidak terlalu panas atau dingin, dan malam terasa damai.
2. Cahaya bulan yang lebih lembut – Langit terlihat lebih cerah meski tanpa sinar matahari yang kuat.
3. Udara terasa lebih sejuk dan nyaman – Tidak ada angin kencang atau hujan lebat.
4. Matahari bersinar redup keesokan harinya – Matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan.

Amalan yang Dianjurkan

Untuk meraih keberkahan malam Lailatulqadar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, di antaranya:

- Salat malam (Qiyamul Lail) – Memperbanyak salat tahajud dan witir.
- Membaca Al-Qur’an – Mengkhatamkan Al-Qur'an atau membaca surah-surah tertentu seperti Al-Qadr dan Al-Ikhlas.
- Berzikir dan berdoa – Memohon ampunan dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW.: "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni." (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).
- Bersedekah – Berbagi kepada sesama untuk menambah keberkahan.
- I’tikaf di masjid – Menghabiskan malam dengan beribadah secara maksimal di masjid.

Malam Lailatulqadar merupakan kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan.

Dengan memperbanyak ibadah dan memohon ampunan, setiap muslim memiliki peluang besar untuk mendapatkan rahmat dan keberkahan yang luar biasa.

Oleh karena itu, manfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan sebaik-baiknya agar tidak menyesal di kemudian hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia