Sumsel

BlackBerry: Dari Puncak Kejayaan hingga Hilang Ditelan Zaman, Apa yang Salah?

Maman Suparman | 21 Februari 2025, 12:58 WIB
BlackBerry: Dari Puncak Kejayaan hingga Hilang Ditelan Zaman, Apa yang Salah?

AKURAT.CO SUMSEL Pernah menjadi ikon ponsel premium dan simbol status para profesional, BlackBerry kini hanya tinggal kenangan.

Padahal, di era 2000-an, perangkat ini begitu dominan dengan keyboard QWERTY-nya yang khas dan sistem keamanan yang diandalkan para pebisnis dan pemerintahan.

Namun, bagaimana merek yang pernah berjaya ini justru kalah bersaing dan menghilang dari industri ponsel?

BlackBerry lahir dari tangan dua inovator, Douglas Fregin dan Mike Lazaridis, yang mendirikan Research in Motion (RIM) pada 1984.

Awalnya berfokus pada pengembangan jaringan telekomunikasi, mereka kemudian menciptakan perangkat yang mengubah cara dunia berkomunikasi.

Pada 1999, BlackBerry merilis BlackBerry 8500, ponsel pertama yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima email secara langsung. Fitur ini menjadi game changer bagi kalangan profesional, membuat BlackBerry identik dengan efisiensi dan keamanan.

Tahun-tahun berikutnya, model seperti BlackBerry Curve dan BlackBerry Bold semakin memperkuat dominasi perusahaan. Pada 2010, BlackBerry menguasai 20% pangsa pasar global, hanya kalah dari Nokia.

Salah satu kesalahan terbesar BlackBerry adalah terlalu percaya diri dengan keyboard fisik.

Saat Apple meluncurkan iPhone pertama pada 2007, industri ponsel mulai beralih ke layar sentuh.

BlackBerry menganggap tren ini hanya sesaat dan tetap mempertahankan desain tradisionalnya.

Selain itu, BlackBerry juga gagal membangun ekosistem aplikasi yang kuat. Sementara Apple App Store dan Google Play Store berkembang pesat, BlackBerry OS tidak menarik minat banyak pengembang aplikasi.

Akibatnya, pengguna mulai meninggalkan BlackBerry karena keterbatasan fitur dan aplikasi yang tersedia.

Menyadari kesalahannya, BlackBerry akhirnya merilis BlackBerry 10 pada 2013, lengkap dengan layar sentuh dan sistem operasi yang lebih modern.

Sayangnya, saat itu persaingan sudah terlalu ketat. Android dan iOS telah mendominasi pasar, dan loyalitas pengguna terhadap BlackBerry sudah mulai pudar.

Berbagai upaya lain dilakukan, termasuk merilis BlackBerry Priv (2015) yang menggunakan sistem Android. Namun, kehadiran ponsel ini tak mampu mengembalikan kejayaan BlackBerry.

Setelah bertahun-tahun berjuang, BlackBerry akhirnya memutuskan untuk berhenti memproduksi ponsel dan beralih ke bisnis perangkat lunak keamanan.

Lisensi merek BlackBerry diberikan ke perusahaan lain seperti TCL dan OnwardMobility, tetapi respons pasar tetap minim.

Pada 2022, BlackBerry resmi menghentikan dukungan untuk sistem operasinya, menandai berakhirnya era kejayaan ponsel BlackBerry. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia