Sumsel

Terungkap Motif di Balik Pembunuhan Siswi Palembang, Dari Cinta Tak Berbalas hingga Pembunuhan Disertai Rudapaksa

Deni Hermawan | 4 September 2024, 22:54 WIB
Terungkap Motif di Balik Pembunuhan Siswi Palembang, Dari Cinta Tak Berbalas hingga Pembunuhan Disertai Rudapaksa

AKURAT.CO, SUMSEL Terkuak alasan dibalik kasus penemuan AA (14) seorang siswi yang ditemukan tewas di depan Kuburan China, TPU Talang Kerikil, Palembang, pada Minggu (1/9/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.

Keempat orang pelaku tega menghabisi seorang siswi yang ditemukan tewas, akibat dirudapaksa oleh para pelaku secara bergantian setelah membekap korban AA, hingga kehabisan nafas.

Mirisnya, aksi rudapaksa yang dilakukan pelaku dilakukan bergantian sebanyak dua kali di dua tempat berbeda. Lokasi terakhir merupakan tempat jenazah korban ditemukan oleh warga.

Baca Juga: Empat Remaja Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Siswi di TPU Palembang

Keempat pelaku masing-masing yakni IS (16), MZ (13), NS (12) dan AS (12). Para pelaku masih berstatus pelajar dan sedang ditahan di Polrestabes Palembang.

Otak pelaku dari peristiwa tersebut adalah IS (16) yang cintanya ditolak korban dan baru kenal dengan korban selama dua minggu.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono mengatakan, dari handphone milik tersangka IS penyidik menemukan video-video porno.

"Dari handphone IS yang kami sita ada dokumentasi video-video porno. Itu sebagai bentuk tersangka mengeksplorasi nafsu ," kata Kombes Pol Harryo Sugihhartono saat press rilis, Rabu (4/9/2024) malam.

Polisi juga melakukan pemeriksaan secara psikologis dan terungkap motif tindakan keji yang dilakukan oleh tersangka IS yang mengajak ketiga temannya, karena menonton video dewasa.

"Salah satu penyebab utama secara psikologi, motif peristiwa tindak pidana ini adalah yang bersangkutan mengobral nafsu birahi dengan mengumpulkan film-film biru," ujarnya.

Dia menambahkan, IS juga kecewa karena cintanya tak diterima oleh korban dan ingin melakukan tindakan tersebut.

"Tindakan itu juga dilatari oleh perasaan cinta pelaku yang tidak tersampaikan. Tapi tindakan tersebut sangat fatal yang akhirnya berdampak ke korban hingga meninggal dunia," pungkas Kombes Pol Harryo Sugihhartono.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A