Sumsel

Pabrik Semen Pertama di Asia Tenggara Ternyata Ada di Pulau Sumatera dan Berkontribusi Bangun Jembatan Ampera-Palembang

Raphel Aziza | 8 Juni 2024, 13:00 WIB
Pabrik Semen Pertama di Asia Tenggara Ternyata Ada di Pulau Sumatera  dan Berkontribusi Bangun  Jembatan Ampera-Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Siapa sangka ternyata pabrik legenderasi semen yang pertama kali dibangun di Asia Tenggara, ternyata ada di Indonesia, Sumatera Utara yaitu Semen Indarung.

Semen Indarung telah berkontribusi banyak untuk pembangunan infrastruktur negara maupun bagi Sumatera Utara sendiri.

Bahkan, pabrik legendaris Semen Indarung ini menjadi salah satu warisan budaya yang diakui sebagai warisan dokumentasi sejarah dunia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Baca Juga: Demi Infrastruktur Merata, Indonesia Bangun 16 Proyek Strategis Nasional, Mulai dari Jalan Tol Hingga Kawasan Industri, Buka 2,71 Juta Peluang Kerja

Pabrik ini berada 14 kilometer dari pusat Kota Padang, di Kecamatan Lubuk Kilangan, dan merupakan bagian dari PT Semen Padang.

Menurut situs Semen Padang, pabrik ini didirikan oleh Belanda pada 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM). Kemudian, sesuai dengan Undang-Undang No. 86 tahun 1958 tentang Nasionalisasi, pabrik ini menjadi milik Indonesia.

Pabrik Semen Indarung yang menjadi pabrik semen pertama di Asia Tenggara ini dibangun oleh perwira Belanda berkebangsaan Jerman, Carl Christophus Lau, yang mengajukan pendirian pabrik semen di Indarung setelah menemukan batu-batu menarik di sekitar Kota Padang.

Baca Juga: Belum Ada Titik Terang Ganti Rugi Lahan Proyek Flyover Sekip Ujung, Begini Respon Pj Walikota Palembang

Christophus Lau menggandeng sejumlah perusahaan seperti Firma Gebroeders Veth, Fa.Dunlop, dan Fa.Varman & Soon untuk mendirikan NV NIPCM pada 18 Maret 1910.

Sejarawan Mestika Zed dan kawan-kawan dalam buku "Indarung Tonggak Sejarah Industri Semen Indonesia" mencatat bahwa pabrik semen di Indarung ini menjadi tonggak sejarah industri besar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Dengan kapasitas produksi yang meningkat dari 76,5 ton per hari pada awal berdiri hingga 330.000 ton per tahun setelah nasionalisasi pada 1958, pabrik ini memainkan peran penting dalam pembangunan nasional.

Sejak 1999, mesin pabrik Indarung I dipensiunkan dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional pada 27 Februari 2023.

Baca Juga: Optimis Proyek TMMD Ke-120 Kodim 0404/Muara Enim Selesai Tepat Waktu

Kawasan ini kini menjadi objek wisata di Sumatra Barat, yang bisa dikunjungi untuk tujuan penelitian dan pembelajaran dengan izin dari PT Semen Padang.

Tur pabrik, seperti halnya situs tambang batu bara di Ombilin, Sawahlunto, Sumatra Barat, menjadi salah satu bentuk wisata industri yang populer, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengetahui sejarah, budaya, dan teknologi industri yang digunakan serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Pabrik Indarung I beroperasi dari tahun 1910 hingga 1999 dan selama itu memproduksi jutaan ton semen berkualitas tinggi. Semen dari pabrik ini digunakan dalam berbagai proyek infrastruktur penting di Indonesia, termasuk Monumen Nasional (Monas), Gedung DPR/MPR, Jembatan Semanggi di Jakarta, dan Jembatan Ampera di Palembang.

Bangunan-bangunan ini masih berdiri kokoh hingga sekarang, menunjukkan kualitas unggul dari produk yang dihasilkan oleh Pabrik Semen Indarung. (Dandy Dwi Putra Handho)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Raphel Aziza
H
Editor
Hermanto