Sumsel

Nenek Penjual Pisang di Palembang Kembali Jadi Korban Uang Palsu, Polisi Lakukan Penyelidikan

Maman Suparman | 18 Juli 2025, 17:15 WIB
Nenek Penjual Pisang di Palembang Kembali Jadi Korban Uang Palsu, Polisi Lakukan Penyelidikan

AKURAT.CO SUMSEL Nasib pilu menimpa Husna (83), seorang lansia penjual pisang yang biasa mangkal di kawasan Jalan Pom IX, tepatnya di depan kantor TVRI Palembang.

Di usia senjanya, nenek Husna kembali menjadi korban penipuan dengan modus pembayaran menggunakan uang palsu. Ironisnya, ini bukan kali pertama ia mengalami kejadian serupa.

Peristiwa terakhir terjadi pada Jumat (18/7/2025) pagi, ketika seorang pria muda datang membeli pisang senilai Rp10 ribu. Ia membayar dengan pecahan uang Rp100 ribu dan menerima kembalian Rp90 ribu dari Husna. Sayangnya, uang yang diberikan pelaku ternyata palsu.

"Saya sempat ragu uang itu palsu, tapi orangnya meyakinkan saya. Dia bilang uangnya asli, ya saya percaya. Saya kasih kembalian Rp90 ribu," ujar Husna dengan suara lirih saat ditemui di lapaknya.

Bukan kali pertama, Husna mengaku sebelumnya juga pernah ditipu oleh seorang perempuan yang membeli pisang senilai Rp20 ribu, juga dengan uang palsu pecahan Rp100 ribu. Ia pun harus merelakan uang kembalian Rp80 ribu raib begitu saja.

“Ini yang kedua kali saya kena. Yang pertama itu cewek, beli Rp20 ribu, uangnya palsu juga,” ucap Husna sedih.

Baca Juga: Ditegur Saat Hendak Salat, Pria di Palembang Ngamuk dan Pukul Jamaah Pakai Kayu

Husna menjelaskan bahwa penghasilannya dari berjualan pisang dipakai untuk menghidupi lima orang cucunya yang kini yatim piatu. Anak bungsunya, yang tinggal bersamanya, juga tidak memiliki penghasilan tetap sejak ditinggal suaminya.

“Saya tinggal dengan anak bungsu saya. Suaminya sudah meninggal, anaknya lima orang, jadi saya bantu makan mereka juga,” tambahnya.

Menanggapi kasus ini, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan memastikan pihaknya telah memantau insiden yang menimpa Husna. Ia meminta keluarga korban segera membuat laporan resmi agar proses hukum dapat segera berjalan.

“Saya sudah memonitor kejadian tersebut. Kami akan lakukan penyelidikan. Kami juga mengimbau keluarga korban untuk segera melapor ke Polsek atau Polrestabes Palembang,” kata AKBP Andrie.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia